Soal Ulangan Tengah Semester (UTS) 2 matapelajaran Geografi kelas X (sepuluh) berkaitan dengan standar kompetensi: 3. Menganalisis unsur-unsur geosfer, kompetensi dasar: 3.1 Menganalisis dinamika kecenderungan perubahan lithosfer dan pedosfer serta dampaknya terhadap kehidupan di muka Bumi, materi pembelajaran: Lithosfer. Mengapa hanya materi lithosfer? Hal ini disebabkan materi lithosfer sebenarnya merupakan salah satu materi pembelajaran dalam Geografi yang cakupannya meliputi: struktur lapisan kulit Bumi yang di dalamnya juga mencakup siklus batuan dan klasifikasi batuan, tenaga Geologi yang mencakup tenaga endogen dan tenaga eksogen. Dalam tenaga endogen itu sendiri harus mengupas tentang tektonisme, vulkanisme, dan seisme. Sedang tenaga eksogen masih harus menguraikan tentang pelapukan, pengikisan, pengendapan, dan perombakan (denudasi). Lantaran itulah materi yang alokasi waktunya sebenarnya dalam silabus itu hanya 3 x 45menit itu menjadi molor. Oleh karena itulah maka materi yang di-UTS-kan hanya lithosfer. Soal bentuk obyektif--pilihan ganda dengan lima pilihan ini berjumlah 40butir dengan alokasi waktu pengerjaan 60menit dapat diunduh dengan mengklik:
UNDUH
Jumat, 06 April 2012
Kamis, 05 April 2012
SOAL UTS 2 KEBUMIAN TAHUN PEMBELAJARAN 2011/2012
Ulangan Tengah Semester (UTS) merupakan salah satu kegiatan penilaian yang diberikan kepada siswa di samping ulangan harian (UH), ulangan akhir semester (UAS), ulangan kenaikan kelas (UKK), ujiah sekolah (US), dan ujian nasional (UN). UTS sendiri diberikan untuk mengetahui tingkat penguasaan materi siswa pada suatu matapelajaran tertentu pada setengah semester tertentu, misalnya semester 2 (dua) yang kemudian hasilnya akan diakumulasi dengan nilai harian. Akumulai penilaian dari rata-rata nilai harian dan nilai hasil UTS kemudian dijadikan dasar untuk penulisan raport sisipan. Raport sisipan itu sendiri merupakan wujud pertanggungjawaban sekolah terhadap orangtua/wali siswa dalam setengah semester terakhir.
UTS yang dimaksud dalam hal ini adalah UTS untuk matapelajaran Kebumian. Matapelajaran Kebumian itu sendiri merupakan satu matapelajaran muatan lokal pada beberapa sekolah di Jawa Timur yang diberikan khususnya pada siswa yang masuk pada program IPA. Materi yang disajikan pada UTS 2 Kebumian ini mencakup kekayaan sumberdaya mineral, siklus batuan, dan klasifikasi batuan. Isi selengkapnya dapat dicermati dengan mengklik:
UNDUH
UTS yang dimaksud dalam hal ini adalah UTS untuk matapelajaran Kebumian. Matapelajaran Kebumian itu sendiri merupakan satu matapelajaran muatan lokal pada beberapa sekolah di Jawa Timur yang diberikan khususnya pada siswa yang masuk pada program IPA. Materi yang disajikan pada UTS 2 Kebumian ini mencakup kekayaan sumberdaya mineral, siklus batuan, dan klasifikasi batuan. Isi selengkapnya dapat dicermati dengan mengklik:
UNDUH
Rabu, 04 April 2012
SOAL UC UN GEOGRAFI KE-3 SMA Kab. MALANG TAHUN PEMBELAJARAN 2011/2012
Naskah soal Uji Coba Ujian Nasional (UC UN) matapelajaran Geografi ke-3 SMA Kabupaten Malang Tahun Pembelajaran 2011/2012 yang tertera pada posting ini telah mengacu pada kisi-kisi UN Tahun Pembelajaran 2011/2012 seperti yang disebutkan pada posting sebelumnya. Soal Uji Coba (Try Out) UN ini jumlahnya disesuaikan dengan jumlah soal Geografi pada UN, yakni 50butir soal. Soal tersebut diberikan kepada siswa SMA yang ada di lingkungan Kabupaten Malang. Dengan diselenggarakannya UC UC ini diharapkan siswa SMA se-Kabupaten Malang memiliki bekal yang sama dan terbiasa menghadapi soal-soal sehingga kelak mereka berhasil menembus UN dengan penuh kesuksesan. Selengkapnya dapat diklik pada:
UNDUH
UNDUH
Selasa, 03 April 2012
KISI-KISI PENULISAN SOAL UC UN GEOGRAFI KE-3 Tk. Kab. MALANG 2011/2012
Kisi-kisi penulisan soal ini digunakan untuk penyusunan soal Uji Coba Ujian Nasional (UC UN) ke-3 untuk matapelajaran Geografi pada SMA tingkat Kabupaten Malang Tahun Pembelajaran 2011/2012. Kisi-kisi ini sendiri dibangun berdasarkan kisi-kisi UN Geografi berdasarkan Peraturan BSNP No. 013/P/BNSP/XII/2011 tentang Kisi-kisi Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2011/2012 (Kompetensi--Standar Isi--2011/2012). Isi selengkapnya dapat diunduh dengan mengklik:
UNDUH
UNDUH
Kamis, 15 Maret 2012
SOAL UJIAN SEKOLAH (UTAMA) GEOGRAFI TAHUN PEMBELAJARAN 2011/2012
SMA Kabupaten Malang melaksanakan Ujian Sekolah (US) Tahun Pembelajaran 2011/2012 pada 10-17 Maret 2012. US yang dimaksud adalah US tulis utama. Sedang US susulan akan dilaksanakan jika ada siswa yang berhalangan hadir ketika penyelenggaraan US utama. Matapelajaran yang di-US-kan sebanyak 13matapelajaran, baik untuk program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Bahasa (IPB), maupun Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Ketiga belas matapelajaran tersebut meliputi: Pendidikan Agama; PKn; Bahasa Indonesia; Bahasa Inggris; Matematika; Sejarah; Biologi (IPA), Sastra Indonesia (IPB), Sosiologi (IPS); Pedidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan; Kimia (IPA), Antropologi (IPB), Geografi (IPS); Keterampilan Bahasa; Fisika (IPA), Bahasa Asing (IPB), Ekonomi (IPS); Teknologi Informasi dan Komunikasi; serta Pendidikan Seni Budaya. Jenis US ini adalah tes tertulis bentuk pilihan ganda dengan lima pilihan.
Untuk US matapelajaran Geografi, waktu pelaksanaan US-nya pada pagi hari tadi, Kamis, 15 Maret 2012 pukul 7.30--9.30 WIB (2jam). Jumlah soalnya sebanyak 50butir. Naskah soal Geografi tersebut dapat diunduh dengan mengklik:
Unduh
Untuk US matapelajaran Geografi, waktu pelaksanaan US-nya pada pagi hari tadi, Kamis, 15 Maret 2012 pukul 7.30--9.30 WIB (2jam). Jumlah soalnya sebanyak 50butir. Naskah soal Geografi tersebut dapat diunduh dengan mengklik:
Unduh
INDONESIA MAU DIJADIKAN SATU DAERAH WAKTU?
'nuansa masel' kemarin menyempatkan waktu berjam-jam untuk membaca artikel berita tentang wacana akan dijadikannya tiga daerah waktu di Indonesia ke dalam satu daerah waktu beserta berbagai komentar pada sebuah situs internet terkenal. Dalam berita itu diutarakan bahwa tendensi pengubahan daerah waktu itu untuk meraih keuntungan hingga trilyunan Rupiah secara ekonomi. Benarkah?
Berikut ini pendapat 'nuansa masel' tentang waktu. Waktu adalah sesuatu yang tak berwujud namun dapat dirasakan perubahan dan manfaatnya. Lantaran itu ada yang memasukkannya sebagai suatu sumberdaya, yakni sumberdaya waktu yang juga termasuk dalam sumberdaya alam. Dalam ajaran agama (dalam hal ini yang dimaksud adalah agama Islam) telah mengisyaratkan tentang waktu; di antaranya dalam Surat Yaa Siin ayat 37--40. Tidak mungkin bagi Matahari mendapatkan Bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya (Q.S. 36:40). Bahkan dalam Surat Yaa Siin ayat 37 disebutkan bahwa hal itu merupakan suatu tanda kekuasaan Allah yang besar. Implementasinya, manusia di muka Bumi akan mengalami waktu siang dan waktu malam. Waktu siang dan malam itu tidak bisa saling mendahului dan tidak pula bisa disamakan. Perbedaan waktu itu didasarkan pada rotasi Bumi. Satu kali Bumi berotasi menempuh 360derajat selama 24jam (pembulatan dari 23jam 56menit). Dua puluh empat jam tersebut sama dengan satu hari yang terdiri dari satu siang dan satu malam. Mengingat dalam satu putaran penuh tersebut Bumi menempuh 360derajat selama 24jam, maka setiap 15derajat Bujur (Meredian) di muka Bumi, waktu berbeda satu jam. Dasar perhitungannya, 360 : 24 x 1derajat = 15derajat. Dengan demikian setiap satu derajat Bujur yang berbeda, waktu berbeda 4menit. Jadi dasar pembagian waktu pada suatu negara itu bukan berdasarkan luas suatu negara tersebut yang berdasarkan kilometer persegi atau atau satuan ukuran yang lain. Lalu bagaimana dengan Indonesia?
Indonesia secara astronomis terletak antara 6derajat LU--11derajat LS dan 95derajat BT--141derajat BT. Perlu ditegaskan lagi bahwa yang digunakan tolok ukur pembagian waktu (juga tanggal) adalah garis Bujur. Dengan demikian berdasarkan garis Bujurnya, Indonesia memiliki jarak Bujur sebesar 46derajat (diperoleh dari 141derajat - 95derajat). Karena memiliki jarak Bujur sebesar 46derajat tersebut, maka Indonesia memiliki tiga daerah waktu (diperoleh dari pembulatan hasil pembagian dari 46 : 15). Tiga daerah waktu tersebut meliputi daerah Waktu Indonesia bagian Barat (WIB), daerah Waktu Indonesia bagian Tengah (WITa), dan daerah Waktu Indonesia bagian Timur (WIT). Mengingat Bujur dasar 0derajat melalui Greenwich (yang dijadikan waktu standar internasional, GMT), maka tiga daerah waktu di Indonesia tersebut memiliki Bujur standar masing-masing. Bujur standar WIB adalah 105derajat BT yang melalui timur Palembang, Bujur standar WITa adalah 120derajat BT yang melalui Palu Sulawesi, dan Bujur standar WIT adalah 135derajat BT yang melalui daerah leher kepala Burung di Papua. Berikutnya, lantaran Bumi berotasi dari arah barat ke timur (arah positif), maka permukaan Bumi yang paling timur (termasuk Indonesia) terkena penyinaran Matahari terlebih dahulu dibanding daerah-daerah lain yang ada di sebelah baratnya. Hal yang demikian itu maka permukaan Bumi yang paling timur lebih dahulu siang hari. (bersambung).
Berikut ini pendapat 'nuansa masel' tentang waktu. Waktu adalah sesuatu yang tak berwujud namun dapat dirasakan perubahan dan manfaatnya. Lantaran itu ada yang memasukkannya sebagai suatu sumberdaya, yakni sumberdaya waktu yang juga termasuk dalam sumberdaya alam. Dalam ajaran agama (dalam hal ini yang dimaksud adalah agama Islam) telah mengisyaratkan tentang waktu; di antaranya dalam Surat Yaa Siin ayat 37--40. Tidak mungkin bagi Matahari mendapatkan Bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya (Q.S. 36:40). Bahkan dalam Surat Yaa Siin ayat 37 disebutkan bahwa hal itu merupakan suatu tanda kekuasaan Allah yang besar. Implementasinya, manusia di muka Bumi akan mengalami waktu siang dan waktu malam. Waktu siang dan malam itu tidak bisa saling mendahului dan tidak pula bisa disamakan. Perbedaan waktu itu didasarkan pada rotasi Bumi. Satu kali Bumi berotasi menempuh 360derajat selama 24jam (pembulatan dari 23jam 56menit). Dua puluh empat jam tersebut sama dengan satu hari yang terdiri dari satu siang dan satu malam. Mengingat dalam satu putaran penuh tersebut Bumi menempuh 360derajat selama 24jam, maka setiap 15derajat Bujur (Meredian) di muka Bumi, waktu berbeda satu jam. Dasar perhitungannya, 360 : 24 x 1derajat = 15derajat. Dengan demikian setiap satu derajat Bujur yang berbeda, waktu berbeda 4menit. Jadi dasar pembagian waktu pada suatu negara itu bukan berdasarkan luas suatu negara tersebut yang berdasarkan kilometer persegi atau atau satuan ukuran yang lain. Lalu bagaimana dengan Indonesia?
Indonesia secara astronomis terletak antara 6derajat LU--11derajat LS dan 95derajat BT--141derajat BT. Perlu ditegaskan lagi bahwa yang digunakan tolok ukur pembagian waktu (juga tanggal) adalah garis Bujur. Dengan demikian berdasarkan garis Bujurnya, Indonesia memiliki jarak Bujur sebesar 46derajat (diperoleh dari 141derajat - 95derajat). Karena memiliki jarak Bujur sebesar 46derajat tersebut, maka Indonesia memiliki tiga daerah waktu (diperoleh dari pembulatan hasil pembagian dari 46 : 15). Tiga daerah waktu tersebut meliputi daerah Waktu Indonesia bagian Barat (WIB), daerah Waktu Indonesia bagian Tengah (WITa), dan daerah Waktu Indonesia bagian Timur (WIT). Mengingat Bujur dasar 0derajat melalui Greenwich (yang dijadikan waktu standar internasional, GMT), maka tiga daerah waktu di Indonesia tersebut memiliki Bujur standar masing-masing. Bujur standar WIB adalah 105derajat BT yang melalui timur Palembang, Bujur standar WITa adalah 120derajat BT yang melalui Palu Sulawesi, dan Bujur standar WIT adalah 135derajat BT yang melalui daerah leher kepala Burung di Papua. Berikutnya, lantaran Bumi berotasi dari arah barat ke timur (arah positif), maka permukaan Bumi yang paling timur (termasuk Indonesia) terkena penyinaran Matahari terlebih dahulu dibanding daerah-daerah lain yang ada di sebelah baratnya. Hal yang demikian itu maka permukaan Bumi yang paling timur lebih dahulu siang hari. (bersambung).
Jumat, 09 Maret 2012
SOAL TENTANG PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP
Soal yang disajikan dalam posting ini merupakan bagian dari soal Geografi untuk kelas XI (sebelas) semester 2 (dua) pada standar kompetensi (SK): 3 menganalisis pemanfaatan dan pelestarian lingkungan hidup, kompetensi dasar (KD): 3.2 menganalisis pelestarian lingkungan hidup dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan. Soal tersebut sebenarnya merupakan penggalan dari rangkaian soal Geografi untuk kelas XI (sebelas) untuk semester 1 (satu) dan 2 (dua) yang disusun oleh enam orang guru SMA di Jawa Timur dalam kegiatan Workshop Pengayaan Konten Jardiknas Jenjang SMA yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Tretes, Pasuruan pada awal Nopember 2011 lalu. Kebetulan 'nuansa masel' kebagian SK dan KD tersebut di atas. Lantas, jumlah soal yang ditulis hanya mulai nomor 27 sampai 40. Selebihnya dikerjakan oleh rekan-rekan dari perwakilan Kabupaten Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Nganjuk, dan Kota Pasuruan. Soal ini dilengkapi pula kunci jawaban dan pembahasan soal, di samping dituntut untuk membuat kisi-kisi soal. Namun kisi-kisi soal tersebut tidak turut dicantumkan pada posting ini. Selebihnya dapat diunduh dengan mengklik:
Unduh
Unduh
Langganan:
Postingan (Atom)




