UC UKK adalah kependekan dari Uji Coba Ulangan Kenaikan Kelas. UC UKK yang dimaksud adalah UC UKK matapelajaran Geografi untuk Kelas X (Sepuluh) SMA Negeri 1 Pagak Tahun Pembelajaran 2011/2012. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Rabu, 9 Mei 2012 atau hampir satu bulan dalam pelaksanaan Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) dengan jumlah soal sebanyak 50butir soal pilihan ganda dengan lima pilihan. Standar kompetensi yang disajikan dalam UC UKK adalah standar kompetensi semester 2 (dua) nomor 3 (tiga), yakni: menganalisis unsur-unsur geosfer.Standar kompetensi tersebut mencakup kompetensi dasar: 3.1 Menganalisis dinamika dan kecenderungan perubahan lithosfer dan pedosfer serta dampaknya terhadap kehidupan di muka Bumi; 3.2 Menganalisis atmosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka Bumi; 3.3 Menganalisis hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka Bumi. Tujuannya untuk mengetahui tingkat kesiapan siswa dalam menghadapi UKK, di samping juga untuk mengetahui baik atau tidaknya soal yang disajikan tersebut. Bersama naskah soal UC UKK ini disajikan pula kunci jawaban yang diletakkan pada bagian terakhir naskah soal tersebut. Adapun isi dari naskah soal UC UKK ini dapat diunduh dengan mengklik:
Unduh
Selasa, 22 Mei 2012
Sabtu, 14 April 2012
SOAL UTS 2 KEBUMIAN KELAS XI.IPA TaPel 2011/2012 (Susulan)
Soal Ulangan Tengah Semester (UTS) 2 matapelajaran (baca: muatan lokal) Kebumian kelas XI.IPA Tahun Pembelajaran 2011/2012 ini diberikan kepada siswa yang mengikuti UTS susulan. UTS susulan itu sendiri dilaksanakan mengingat ada beberapa siswa ketika pelaksanaan UTS pada waktu sebelumnya tidak bisa mengikutinya karena mereka harus masuk karantina untuk menghadapi Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten/kota. Adapun bentuk soal UTS susulan ini adalah soal uraian berstruktur dengan jumlah soal 15butir. Naskah soal selengkapnya dapat diunduh dengan mengklik:
UNDUH
UNDUH
Jumat, 13 April 2012
SOAL UTS 2 GEOGRAFI KELAS XI.IPS TaPel 2011/2012
Soal Ulangan Tengah Semester (UTS) 2 matapelajaran Geografi kelas XI.IPS Tahun Pembelajaran 2011/2012 ini disusun ulang dari soal-soal sebelumnya oleh seorang kolega, Wahyu Adhie Kurniawan, S.Pd. Soal UTS sebanyak 30butir ini terdiri dari 25butir soal obyektif, bentuk pilihan ganda dengan lima pilihan dan lima butir soal uraian. Standar kompetensi yang diketengahkan dalam soal UTS ini adalah standar kompetensi: 2. memahami sumberdaya alam yang meliputi kompetensi dasar: 2.1 Menjelaskan pengertian sumberdaya alam, 2.2 mengidentifikasi jenis-jenis sumberdaya alam, dan kompetensi dasar: 2.3 menjelaskan pemanfaatan sumberdaya alam secara arif.
Standar kompetensi tersebut di atas memang disepakati oleh guru-guru Geografi yang tergabung dalam MGMP Geografi SMA Kabupaten Malang, juga oleh beberapa sekolah di Jawa Timur untuk dimasukkan pada pembelajaran di semester 2 (dua) kelas XI. Persoalannya, jika merujuk Petunjuk Teknis Pengembangan Silabus dan Contoh/Model Silabus, standar kompetensi yang diberikan pada semester 2 (dua) hanya satu standar kompetensi, yaitu standar kompetensi: 3. menganalisis pemanfaatan dan pelestarian lingkungan hidup; sedang pada semester sebelumnya, yakni semester 1 (satu) ada dua standar kompetensi. Dua standar kompetensi itu adalah standar kompetensi: 1. menganalisis fenomena biosfer dan antroposfer serta standar kompetensi: 2. memahami sumberdaya alam. Standar-standar kompetensi memiliki uraian materi yang sangat banyak dan kompleks, maka diambil kesepakatan untuk menempatkan standar kompetensi: 2 memahami sumberdaya alam pada semester 2 (dua) yang pada semester 2 (dua) itu sendiri hanya ada standar kompetensi tentang lingkungan hidup. Adapun isi soal UTS 2 Geografi kelas XI.IPS tersebut dapat diunduh dengan mengklik:
UNDUH
Standar kompetensi tersebut di atas memang disepakati oleh guru-guru Geografi yang tergabung dalam MGMP Geografi SMA Kabupaten Malang, juga oleh beberapa sekolah di Jawa Timur untuk dimasukkan pada pembelajaran di semester 2 (dua) kelas XI. Persoalannya, jika merujuk Petunjuk Teknis Pengembangan Silabus dan Contoh/Model Silabus, standar kompetensi yang diberikan pada semester 2 (dua) hanya satu standar kompetensi, yaitu standar kompetensi: 3. menganalisis pemanfaatan dan pelestarian lingkungan hidup; sedang pada semester sebelumnya, yakni semester 1 (satu) ada dua standar kompetensi. Dua standar kompetensi itu adalah standar kompetensi: 1. menganalisis fenomena biosfer dan antroposfer serta standar kompetensi: 2. memahami sumberdaya alam. Standar-standar kompetensi memiliki uraian materi yang sangat banyak dan kompleks, maka diambil kesepakatan untuk menempatkan standar kompetensi: 2 memahami sumberdaya alam pada semester 2 (dua) yang pada semester 2 (dua) itu sendiri hanya ada standar kompetensi tentang lingkungan hidup. Adapun isi soal UTS 2 Geografi kelas XI.IPS tersebut dapat diunduh dengan mengklik:
UNDUH
Rabu, 11 April 2012
MENGHITUNG KEKUATAN INTERAKSI ANTARWILAYAH (Menjawab Pertanyaan Rekan Guru dan Siswa)
Interaksi kota merupakan bagian dari kisi-kisi Ujian Nasional (UN) Tahun Pembelajaran 2011/2012 matapelajaran Geografi pada nomor 8, kompetensi: mendeskripsikan wilayah dan perwilayahan dunia, indikator: membedakan pola keruangan dan interaksi desa--desa, desa--kota, kota--kota. Lantaran itu wajar kalau ada seorang rekan guru yang mengajar Geografi, juga siswa kelas XII program IPS yang menanyakan hal tersebut, walau sebenarnya dalam pembelajaran Geografi untuk kelas XII ada bahasan tersebut. Dalam pembelajaran Geografi kelas XII jurusan IPS, menghitung kekuatan interaksi antarwilayah diberikan pada semester 2 (dua) dengan standar kompetensi: 1. menganalisis wilayah dan perwilayahan, kompetensi dasar: menganalisis pola persebaran spasial, hubungan, serta interaksi spasial desa dan kota; materi pembelajaran: interaksi desa dan kota. Lantaran itu maka setiap Uji Coba (UC) UN, soal berkaitan dengan materi tersebut selalu keluar. Satu contohnya sebagai berikut:
Uraian lebih lanjut dari soal tersebut dapat dicermati bersama dengan teori-teori interaksi yang lain dengan mengklik:
UNDUH
Berdasarkan
gambar di bawah ini pola interaksi keruangan menurut Teori Grafik terdiri dari…..
A. 5 titik, 8
matarantai, 4 wilayah D.
6 titik, 9 matarantai, 4 wilayah
B. 5 titik, 9 matarantai, 4 wilayah E. 6 titik, 9 matarantai, 5 wilayah
C. 5 titik, 8 matarantai, 5 wilayahUraian lebih lanjut dari soal tersebut dapat dicermati bersama dengan teori-teori interaksi yang lain dengan mengklik:
UNDUH
SOAL UC UN GEOGRAFI KE-3 TaPel 2011/2012 PAKET C (Intern Sekolah)
Soal Uji Coba Ujian Nasional (UC UN)
ke-3 ini merupakan rangkaian terakhir dari seluruh UC UN yang diberikan kepada
siswa kelas XII di sekolah penulis sebelum pelaksanaan UN pada 16--19 April
mendatang. Total UC UN yang diselenggarakan di sekolah penulis mengabdikan ilmu
sebanyak enam kali dengan rincian, tiga kali UC UN tingkat intern (lokal)
sekolah dan tiga kali UC UN tingkat kabupaten. Untuk UC UN ke-3 ini dibuat tiga
paket; yakni paket A, paket B, dan paket C. Soal-soal UC UN tersebut juga sudah
disesuaikan dengan kisi-kisi UN 2012 yang dikeluarkan oleh Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Naskah soal UC UN Geografi ke-3 paket
C ini dapat diunduh dengan mengklik:
UNDUH
SOAL UC UN GEOGRAFI KE-3 TaPel 2011/2012 PAKET B (Intern Sekolah)
Soal Uji Coba Ujian Nasional (UC UN) ke-3 ini merupakan rangkaian terakhir dari seluruh UC UN yang diberikan kepada siswa kelas XII di sekolah penulis sebelum pelaksanaan UN pada 16--19 April mendatang. Total UC UN yang diselenggarakan di sekolah penulis mengabdikan ilmu sebanyak enam kali dengan rincian, tiga kali UC UN tingkat intern (lokal) sekolah dan tiga kali UC UN tingkat kabupaten. Untuk UC UN ke-3 ini dibuat tiga paket; yakni paket A, paket B, dan paket C. Soal-soal UC UN tersebut juga sudah disesuaikan dengan kisi-kisi UN 2012 yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Naskah soal UC UN Geografi ke-3 paket B ini dapat diunduh dengan mengklik:
UNDUH
UNDUH
SOAL UC UN GEOGRAFI KE-3 TaPel 2011/2012 PAKET A(Intern Sekolah)
Soal Uji Coba Ujian Nasional (UC UN) ke-3 ini merupakan rangkaian terakhir dari seluruh UC UN yang diberikan kepada siswa kelas XII di sekolah penulis sebelum pelaksanaan UN pada 16--19 April mendatang. Total UC UN yang diselenggarakan di sekolah penulis mengabdikan ilmu sebanyak enam kali dengan rincian, tiga kali UC UN tingkat intern (lokal) sekolah dan tiga kali UC UN tingkat kabupaten. Untuk UC UN ke-3 ini dibuat tiga paket; yakni paket A, paket B, dan paket C. Soal-soal UC UN tersebut juga sudah disesuaikan dengan kisi-kisi UN 2012 yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Naskah soal UC UN Geografi ke-3 paket A ini dapat diunduh dengan mengklik:
UNDUH
UNDUH
Jumat, 06 April 2012
SOAL UTS 2 GEOGRAFI KELAS X TAHUN PEMBELAJARAN 2011/2012
Soal Ulangan Tengah Semester (UTS) 2 matapelajaran Geografi kelas X (sepuluh) berkaitan dengan standar kompetensi: 3. Menganalisis unsur-unsur geosfer, kompetensi dasar: 3.1 Menganalisis dinamika kecenderungan perubahan lithosfer dan pedosfer serta dampaknya terhadap kehidupan di muka Bumi, materi pembelajaran: Lithosfer. Mengapa hanya materi lithosfer? Hal ini disebabkan materi lithosfer sebenarnya merupakan salah satu materi pembelajaran dalam Geografi yang cakupannya meliputi: struktur lapisan kulit Bumi yang di dalamnya juga mencakup siklus batuan dan klasifikasi batuan, tenaga Geologi yang mencakup tenaga endogen dan tenaga eksogen. Dalam tenaga endogen itu sendiri harus mengupas tentang tektonisme, vulkanisme, dan seisme. Sedang tenaga eksogen masih harus menguraikan tentang pelapukan, pengikisan, pengendapan, dan perombakan (denudasi). Lantaran itulah materi yang alokasi waktunya sebenarnya dalam silabus itu hanya 3 x 45menit itu menjadi molor. Oleh karena itulah maka materi yang di-UTS-kan hanya lithosfer. Soal bentuk obyektif--pilihan ganda dengan lima pilihan ini berjumlah 40butir dengan alokasi waktu pengerjaan 60menit dapat diunduh dengan mengklik:
UNDUH
UNDUH
Kamis, 05 April 2012
SOAL UTS 2 KEBUMIAN TAHUN PEMBELAJARAN 2011/2012
Ulangan Tengah Semester (UTS) merupakan salah satu kegiatan penilaian yang diberikan kepada siswa di samping ulangan harian (UH), ulangan akhir semester (UAS), ulangan kenaikan kelas (UKK), ujiah sekolah (US), dan ujian nasional (UN). UTS sendiri diberikan untuk mengetahui tingkat penguasaan materi siswa pada suatu matapelajaran tertentu pada setengah semester tertentu, misalnya semester 2 (dua) yang kemudian hasilnya akan diakumulasi dengan nilai harian. Akumulai penilaian dari rata-rata nilai harian dan nilai hasil UTS kemudian dijadikan dasar untuk penulisan raport sisipan. Raport sisipan itu sendiri merupakan wujud pertanggungjawaban sekolah terhadap orangtua/wali siswa dalam setengah semester terakhir.
UTS yang dimaksud dalam hal ini adalah UTS untuk matapelajaran Kebumian. Matapelajaran Kebumian itu sendiri merupakan satu matapelajaran muatan lokal pada beberapa sekolah di Jawa Timur yang diberikan khususnya pada siswa yang masuk pada program IPA. Materi yang disajikan pada UTS 2 Kebumian ini mencakup kekayaan sumberdaya mineral, siklus batuan, dan klasifikasi batuan. Isi selengkapnya dapat dicermati dengan mengklik:
UNDUH
UTS yang dimaksud dalam hal ini adalah UTS untuk matapelajaran Kebumian. Matapelajaran Kebumian itu sendiri merupakan satu matapelajaran muatan lokal pada beberapa sekolah di Jawa Timur yang diberikan khususnya pada siswa yang masuk pada program IPA. Materi yang disajikan pada UTS 2 Kebumian ini mencakup kekayaan sumberdaya mineral, siklus batuan, dan klasifikasi batuan. Isi selengkapnya dapat dicermati dengan mengklik:
UNDUH
Rabu, 04 April 2012
SOAL UC UN GEOGRAFI KE-3 SMA Kab. MALANG TAHUN PEMBELAJARAN 2011/2012
Naskah soal Uji Coba Ujian Nasional (UC UN) matapelajaran Geografi ke-3 SMA Kabupaten Malang Tahun Pembelajaran 2011/2012 yang tertera pada posting ini telah mengacu pada kisi-kisi UN Tahun Pembelajaran 2011/2012 seperti yang disebutkan pada posting sebelumnya. Soal Uji Coba (Try Out) UN ini jumlahnya disesuaikan dengan jumlah soal Geografi pada UN, yakni 50butir soal. Soal tersebut diberikan kepada siswa SMA yang ada di lingkungan Kabupaten Malang. Dengan diselenggarakannya UC UC ini diharapkan siswa SMA se-Kabupaten Malang memiliki bekal yang sama dan terbiasa menghadapi soal-soal sehingga kelak mereka berhasil menembus UN dengan penuh kesuksesan. Selengkapnya dapat diklik pada:
UNDUH
UNDUH
Selasa, 03 April 2012
KISI-KISI PENULISAN SOAL UC UN GEOGRAFI KE-3 Tk. Kab. MALANG 2011/2012
Kisi-kisi penulisan soal ini digunakan untuk penyusunan soal Uji Coba Ujian Nasional (UC UN) ke-3 untuk matapelajaran Geografi pada SMA tingkat Kabupaten Malang Tahun Pembelajaran 2011/2012. Kisi-kisi ini sendiri dibangun berdasarkan kisi-kisi UN Geografi berdasarkan Peraturan BSNP No. 013/P/BNSP/XII/2011 tentang Kisi-kisi Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2011/2012 (Kompetensi--Standar Isi--2011/2012). Isi selengkapnya dapat diunduh dengan mengklik:
UNDUH
UNDUH
Kamis, 15 Maret 2012
SOAL UJIAN SEKOLAH (UTAMA) GEOGRAFI TAHUN PEMBELAJARAN 2011/2012
SMA Kabupaten Malang melaksanakan Ujian Sekolah (US) Tahun Pembelajaran 2011/2012 pada 10-17 Maret 2012. US yang dimaksud adalah US tulis utama. Sedang US susulan akan dilaksanakan jika ada siswa yang berhalangan hadir ketika penyelenggaraan US utama. Matapelajaran yang di-US-kan sebanyak 13matapelajaran, baik untuk program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Bahasa (IPB), maupun Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Ketiga belas matapelajaran tersebut meliputi: Pendidikan Agama; PKn; Bahasa Indonesia; Bahasa Inggris; Matematika; Sejarah; Biologi (IPA), Sastra Indonesia (IPB), Sosiologi (IPS); Pedidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan; Kimia (IPA), Antropologi (IPB), Geografi (IPS); Keterampilan Bahasa; Fisika (IPA), Bahasa Asing (IPB), Ekonomi (IPS); Teknologi Informasi dan Komunikasi; serta Pendidikan Seni Budaya. Jenis US ini adalah tes tertulis bentuk pilihan ganda dengan lima pilihan.
Untuk US matapelajaran Geografi, waktu pelaksanaan US-nya pada pagi hari tadi, Kamis, 15 Maret 2012 pukul 7.30--9.30 WIB (2jam). Jumlah soalnya sebanyak 50butir. Naskah soal Geografi tersebut dapat diunduh dengan mengklik:
Unduh
Untuk US matapelajaran Geografi, waktu pelaksanaan US-nya pada pagi hari tadi, Kamis, 15 Maret 2012 pukul 7.30--9.30 WIB (2jam). Jumlah soalnya sebanyak 50butir. Naskah soal Geografi tersebut dapat diunduh dengan mengklik:
Unduh
INDONESIA MAU DIJADIKAN SATU DAERAH WAKTU?
'nuansa masel' kemarin menyempatkan waktu berjam-jam untuk membaca artikel berita tentang wacana akan dijadikannya tiga daerah waktu di Indonesia ke dalam satu daerah waktu beserta berbagai komentar pada sebuah situs internet terkenal. Dalam berita itu diutarakan bahwa tendensi pengubahan daerah waktu itu untuk meraih keuntungan hingga trilyunan Rupiah secara ekonomi. Benarkah?
Berikut ini pendapat 'nuansa masel' tentang waktu. Waktu adalah sesuatu yang tak berwujud namun dapat dirasakan perubahan dan manfaatnya. Lantaran itu ada yang memasukkannya sebagai suatu sumberdaya, yakni sumberdaya waktu yang juga termasuk dalam sumberdaya alam. Dalam ajaran agama (dalam hal ini yang dimaksud adalah agama Islam) telah mengisyaratkan tentang waktu; di antaranya dalam Surat Yaa Siin ayat 37--40. Tidak mungkin bagi Matahari mendapatkan Bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya (Q.S. 36:40). Bahkan dalam Surat Yaa Siin ayat 37 disebutkan bahwa hal itu merupakan suatu tanda kekuasaan Allah yang besar. Implementasinya, manusia di muka Bumi akan mengalami waktu siang dan waktu malam. Waktu siang dan malam itu tidak bisa saling mendahului dan tidak pula bisa disamakan. Perbedaan waktu itu didasarkan pada rotasi Bumi. Satu kali Bumi berotasi menempuh 360derajat selama 24jam (pembulatan dari 23jam 56menit). Dua puluh empat jam tersebut sama dengan satu hari yang terdiri dari satu siang dan satu malam. Mengingat dalam satu putaran penuh tersebut Bumi menempuh 360derajat selama 24jam, maka setiap 15derajat Bujur (Meredian) di muka Bumi, waktu berbeda satu jam. Dasar perhitungannya, 360 : 24 x 1derajat = 15derajat. Dengan demikian setiap satu derajat Bujur yang berbeda, waktu berbeda 4menit. Jadi dasar pembagian waktu pada suatu negara itu bukan berdasarkan luas suatu negara tersebut yang berdasarkan kilometer persegi atau atau satuan ukuran yang lain. Lalu bagaimana dengan Indonesia?
Indonesia secara astronomis terletak antara 6derajat LU--11derajat LS dan 95derajat BT--141derajat BT. Perlu ditegaskan lagi bahwa yang digunakan tolok ukur pembagian waktu (juga tanggal) adalah garis Bujur. Dengan demikian berdasarkan garis Bujurnya, Indonesia memiliki jarak Bujur sebesar 46derajat (diperoleh dari 141derajat - 95derajat). Karena memiliki jarak Bujur sebesar 46derajat tersebut, maka Indonesia memiliki tiga daerah waktu (diperoleh dari pembulatan hasil pembagian dari 46 : 15). Tiga daerah waktu tersebut meliputi daerah Waktu Indonesia bagian Barat (WIB), daerah Waktu Indonesia bagian Tengah (WITa), dan daerah Waktu Indonesia bagian Timur (WIT). Mengingat Bujur dasar 0derajat melalui Greenwich (yang dijadikan waktu standar internasional, GMT), maka tiga daerah waktu di Indonesia tersebut memiliki Bujur standar masing-masing. Bujur standar WIB adalah 105derajat BT yang melalui timur Palembang, Bujur standar WITa adalah 120derajat BT yang melalui Palu Sulawesi, dan Bujur standar WIT adalah 135derajat BT yang melalui daerah leher kepala Burung di Papua. Berikutnya, lantaran Bumi berotasi dari arah barat ke timur (arah positif), maka permukaan Bumi yang paling timur (termasuk Indonesia) terkena penyinaran Matahari terlebih dahulu dibanding daerah-daerah lain yang ada di sebelah baratnya. Hal yang demikian itu maka permukaan Bumi yang paling timur lebih dahulu siang hari. (bersambung).
Berikut ini pendapat 'nuansa masel' tentang waktu. Waktu adalah sesuatu yang tak berwujud namun dapat dirasakan perubahan dan manfaatnya. Lantaran itu ada yang memasukkannya sebagai suatu sumberdaya, yakni sumberdaya waktu yang juga termasuk dalam sumberdaya alam. Dalam ajaran agama (dalam hal ini yang dimaksud adalah agama Islam) telah mengisyaratkan tentang waktu; di antaranya dalam Surat Yaa Siin ayat 37--40. Tidak mungkin bagi Matahari mendapatkan Bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya (Q.S. 36:40). Bahkan dalam Surat Yaa Siin ayat 37 disebutkan bahwa hal itu merupakan suatu tanda kekuasaan Allah yang besar. Implementasinya, manusia di muka Bumi akan mengalami waktu siang dan waktu malam. Waktu siang dan malam itu tidak bisa saling mendahului dan tidak pula bisa disamakan. Perbedaan waktu itu didasarkan pada rotasi Bumi. Satu kali Bumi berotasi menempuh 360derajat selama 24jam (pembulatan dari 23jam 56menit). Dua puluh empat jam tersebut sama dengan satu hari yang terdiri dari satu siang dan satu malam. Mengingat dalam satu putaran penuh tersebut Bumi menempuh 360derajat selama 24jam, maka setiap 15derajat Bujur (Meredian) di muka Bumi, waktu berbeda satu jam. Dasar perhitungannya, 360 : 24 x 1derajat = 15derajat. Dengan demikian setiap satu derajat Bujur yang berbeda, waktu berbeda 4menit. Jadi dasar pembagian waktu pada suatu negara itu bukan berdasarkan luas suatu negara tersebut yang berdasarkan kilometer persegi atau atau satuan ukuran yang lain. Lalu bagaimana dengan Indonesia?
Indonesia secara astronomis terletak antara 6derajat LU--11derajat LS dan 95derajat BT--141derajat BT. Perlu ditegaskan lagi bahwa yang digunakan tolok ukur pembagian waktu (juga tanggal) adalah garis Bujur. Dengan demikian berdasarkan garis Bujurnya, Indonesia memiliki jarak Bujur sebesar 46derajat (diperoleh dari 141derajat - 95derajat). Karena memiliki jarak Bujur sebesar 46derajat tersebut, maka Indonesia memiliki tiga daerah waktu (diperoleh dari pembulatan hasil pembagian dari 46 : 15). Tiga daerah waktu tersebut meliputi daerah Waktu Indonesia bagian Barat (WIB), daerah Waktu Indonesia bagian Tengah (WITa), dan daerah Waktu Indonesia bagian Timur (WIT). Mengingat Bujur dasar 0derajat melalui Greenwich (yang dijadikan waktu standar internasional, GMT), maka tiga daerah waktu di Indonesia tersebut memiliki Bujur standar masing-masing. Bujur standar WIB adalah 105derajat BT yang melalui timur Palembang, Bujur standar WITa adalah 120derajat BT yang melalui Palu Sulawesi, dan Bujur standar WIT adalah 135derajat BT yang melalui daerah leher kepala Burung di Papua. Berikutnya, lantaran Bumi berotasi dari arah barat ke timur (arah positif), maka permukaan Bumi yang paling timur (termasuk Indonesia) terkena penyinaran Matahari terlebih dahulu dibanding daerah-daerah lain yang ada di sebelah baratnya. Hal yang demikian itu maka permukaan Bumi yang paling timur lebih dahulu siang hari. (bersambung).
Jumat, 09 Maret 2012
SOAL TENTANG PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP
Soal yang disajikan dalam posting ini merupakan bagian dari soal Geografi untuk kelas XI (sebelas) semester 2 (dua) pada standar kompetensi (SK): 3 menganalisis pemanfaatan dan pelestarian lingkungan hidup, kompetensi dasar (KD): 3.2 menganalisis pelestarian lingkungan hidup dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan. Soal tersebut sebenarnya merupakan penggalan dari rangkaian soal Geografi untuk kelas XI (sebelas) untuk semester 1 (satu) dan 2 (dua) yang disusun oleh enam orang guru SMA di Jawa Timur dalam kegiatan Workshop Pengayaan Konten Jardiknas Jenjang SMA yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Tretes, Pasuruan pada awal Nopember 2011 lalu. Kebetulan 'nuansa masel' kebagian SK dan KD tersebut di atas. Lantas, jumlah soal yang ditulis hanya mulai nomor 27 sampai 40. Selebihnya dikerjakan oleh rekan-rekan dari perwakilan Kabupaten Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Nganjuk, dan Kota Pasuruan. Soal ini dilengkapi pula kunci jawaban dan pembahasan soal, di samping dituntut untuk membuat kisi-kisi soal. Namun kisi-kisi soal tersebut tidak turut dicantumkan pada posting ini. Selebihnya dapat diunduh dengan mengklik:
Unduh
Unduh
Kamis, 08 Maret 2012
BAJING POHON
Bajing termasuk binatang pengerat yang masuk pada suku Sciuridae. Mamalia kecil ini berwarna abu-abu kecoklatan pada bagian kepala, punggung, sampai ekor. Sedang pada bagian bawah tubuhnya berwarna coklat terang. Bajing pohon yang nampak pada gambar ini merupakan bajing pohon dewasa. Tubuhnya terlihat gemuk, pertanda berkecukupan makan. Bajing tersebut sedang menaiki batang pohon rambutan yang saat ini memang sedang saatnya musim berbuah. Tidak hanya buah rambutan, bajing pohon ini terlihat sering melahap buah pepaya, kelapa, pisang, dan berbagai buah lainnya. Di sekitar tumbuhan buah-buahan itu pula biasanya bajing pohon ini membuat sarang. Sarangnya terbuat dari ranting-ranting pohon yang telah mengering dan tersusun sedemikian rupa pada dahan atau ranting pohon yang relatif terlindung pada ketinggian di atas 3m dari atas permukaan tanah. Karena suka menggasak berbagai macam buah-buahan inilah bajing pohon sering dianggap sebagai hama. Penduduk sering menembaknya dengan senapan angin atau dengan menggunakan ketapel. Menurut penikmat daging bajing, bajing pohon yang suka makan buah-buahan ini rasanya gurih. Hanya saja ketika masih mentah, dagingnya berbau kurang sedap (bahasa Jawa: tengik). Ada yang mengatakan bau daging tersebut akibat seringnya makan buah kelapa. Sebagian orang Jawa mempunyai kepercayaan bahwa daging bajing ini bisa untuk mengobati berbagai penyakit. Satu di antaranya adalah penyakit jantung. Menurut masyarakat yang percaya tadi, cara pengobatannya dengan mengkonsumsi daging tersebut dalam bentuk daging goreng atau dalam bentuk olahan yang lain. Sedang sebagian masyarakat yang lain tidak menyukainya karena bajing termasuk binatang pengerat,
Jumat, 02 Maret 2012
KEKAYAAN SUMBERDAYA MINERAL UNTUK PENINGKATAN SDM DI MALANG SELATAN DAN KIAT SUKSES MASUK PTN
Berkaitan dengan peringatan Hari Ulang Tahun SMAPa ke-28, OSIS SMAPa menyelenggarakan pembelajaran umum bertema" Kekayaan Sumberdaya Mineral untuk Peningkatan SDM di Daerah Malang Selatan dan Kiat Sukses Masuk PTN" pada 13 Pebruari lalu. Tidak tanggung-tanggung, pengurus OSIS mengundang narasumber dari Universitas Brawijaya (UB) Malang. Narasumber yang dimaksud adalah putra asli Malang Selatan yang ahli Geofisika. Beliau adalah Adi Susilo, Ph.D. yang dalam kegiatan sehari-hari menjabat sebagai ketua jurusan Fisika, FMIPA-UB dan sebagai pejabat pada Pusat Penelitian Kebumian dan Mitigasi Bencana. Kegiatan ini bertujuan agar warga Malang Selatan, khususnya siswa SMAPa memahami dan menyadari kekayaan sumberdaya mineral yang ada di lingkungan sekitar mereka, dan pada gilirannya mereka merasa terpanggil untuk menuntut ilmu setinggi mungkin hingga dapat mengelola kekayaan sumberdaya mineral tersebut secara bijaksana demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia, khususnya di daerah Malang Selatan itu sendiri. Selebihnya paparan beliau yang ditayangkan dengan menggunakan Microsolf PowerPoint ini dapat dicermati dengan mengklik:
Unduh
Unduh
Rabu, 29 Februari 2012
PENILAIAN K.D. 3.3 TENTANG HIDROSFER (Desain Penilaian Pembelajaran)
Desain penilaian pembelajaran untuk Kompetensi Dasar (KD) 3.3: menganalisis hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka Bumi ini merupakan posting terakhir untuk desain penilaian pembelajaran Geografi kelas X (sepuluh) semester 2 (dua) ini. Desain penilaian pembelajaran materi hidrosfer ini menggunakan jenis tagihan tes tertulis dengan bentuk tagihan soal uraian berstruktur. Jumlah soalnya sebanyak 30butir. Desain penilain pembelajaran ini juga untuk dituliskan pada RPP dan bisa digunakan untuk soal ulangan harian, UTS, maupun UKK. Isi selengkapnya dapat dilihat dengan mengklik:
Unduh
Unduh
PENILAIAN K.D. 3.2 TENTANG ATMOSFER (Desain Penilaian Pembelajaran)
Desain penilaian pembelajaran ini untuk Kompetensi Dasar (KD) 3.2: menganalisis atmosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka Bumi. Sebagaimana dua posting sebelumnya, desain ini untuk dituliskan pada RPP yang selanjutnya bisa digunakan untuk perangkat ulangan harian. Di samping itu juga dikembangkan untuk penilaian dalam UTS dan UKK. Jenis tagihan dalam materi atmosfer ini adalah penilaian tertulis dengan bentuk tagihan berupa soal obyektif--pilihan ganda. Jumlah soalnya sebanyak 20butir soal. Selebihnya silahkan klik:
Unduh
Unduh
Selasa, 28 Februari 2012
PENILAIAN K.D. 3.1 TENTANG PEDOSFER (Desain Penilaian Pembelajaran)
Desain penilaian pembelajaran untuk materi pedosfer ini menggunakan jenis tagihan tes tertulis dengan bentuk tagihan soal obyektif--pilihan ganda dengan lima pilihan sebanyak 15butir soal dan soal uraian berstruktur sebanyak 1 (satu) butir soal. Posting ini juga digunakan untuk pengimbasan dalam program tindak lanjut Diklat Geografi tingkat dasar yang diselenggarakan P4TK dengan penyusun, di samping yg dilakukan kepada para guru pada forum MGMP Geografi SMA tingkat kabupaten. Isi selengkapnya silahkan klik:
Unduh
Unduh
PENILAIAN K.D. 3.1 TENTANG LITHOSFER (Desain Penilaian Pembelajaran)
Penilain merupakan rangkaian kegiatan dalam proses pembelajaran. Penyusunan penilaian ini sendiri merupakan perwujudan dari pelaksanaan silabus pembelajaran. Dengan demikian dalam mendesain penilaian kita harus mengacu pada standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator. Di samping itu juga harus memperhatikan pula tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada RPP. Hal ini agar terjadi kesesuaian antara tujuan pembelajaran dengan butir soal yang dibuat. Dalam kolom penilaian pada silabus dijelaskan tentang jenis tagihan dan bentuk tagihan. Jenis tagihan yang ada dalam sistem penilaian ada berbagai macam. Untuk mewujudkan itu maka perlu adanya desain penilaian. Penilaian yang dikembangkan di sini berjenis tagihan tes tertulis dengan bentuk tagihan berupa soal uraian. Desain penilaian itu sendiri kemudian dapat dituliskan pada RPP dan dapat dilaksanakan pada kegiatan ulangan harian, juga pada ulangan tengah semester (UTS) maupun ulangan akhir semester (UAS) atau ulangan kenaikan kelas (UKK). Hanya pada UTS maupun UAS/UKK dapat dimodifikasi menjadi soal obyektif bentuk pilihan ganda atau sebaliknya.
Perlu diketahui bahwa sebenarnya materi lithosfer pada kompetensi dasar 3.1 itu menjadi satu paket dengan pedosfer. Namun karena panjangnya materi-materi tersebut dan masing-masing materi memiliki karakteristik yang khas, maka untuk penilaian (juga dalam RPP), maka keduanya dibuat terpisah. Selengkapnya silahkan klik:
Unduh
*) Catatan:
Posting ini juga merupakan wujud lain dari upaya pengimbasan dalam rangka program tindak lanjut Diklat Geografi yang disepakati penyusun dengan P4TK, di samping dilaksanakan dalam forum MGMP Geografi tingkat kabupaten.
Perlu diketahui bahwa sebenarnya materi lithosfer pada kompetensi dasar 3.1 itu menjadi satu paket dengan pedosfer. Namun karena panjangnya materi-materi tersebut dan masing-masing materi memiliki karakteristik yang khas, maka untuk penilaian (juga dalam RPP), maka keduanya dibuat terpisah. Selengkapnya silahkan klik:
Unduh
*) Catatan:
Posting ini juga merupakan wujud lain dari upaya pengimbasan dalam rangka program tindak lanjut Diklat Geografi yang disepakati penyusun dengan P4TK, di samping dilaksanakan dalam forum MGMP Geografi tingkat kabupaten.
Langganan:
Postingan (Atom)












