Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label Jagad Raya dan Tata Surya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jagad Raya dan Tata Surya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Desember 2011

GERHANA (Bahan Ajar Audio Visual)

Bahan ajar audio visual tentang gerhana Matahari dan gerhana Bulan ini kembali dibuat oleh Prihantono, guru SMAN 1 Dampit untuk para anggota MGMP Geografi SMA Kabupaten Malang tahun 2005.

Rasanya sangat disayangkan bila bahan ajar ini hanya dimiliki dan dinikmati oleh sejumlah pihak yang terbatas. Lantaran itulah agar bahan ajar ini dapat dimanfaatkan oleh banyak pihak, maka bahan ajar yang berjudul di atas di-posting-kan.

Bahan ajar ini diawali dengan tayangan gambar gerhana Matahari Total, kemudian proses terjadinya gerhana Matahari. Selanjutnya tayangan gambar gerhana Bulan dan prosesnya. Dan, bahan ajar ini diakhiri dengan tayangan gambar permukaan Bulan jika dilihat dengan menggunakan teleskop. Adapun isi selengkapnya dapat disaksikan dengan mengklik:

TATA SURYA DAN JAGAD RAYA (Bahan Ajar Cetak)

Untuk bahan ajar cetak yang berjudul "Tata Surya dan Jagad Raya" ini asli tulisan yang disusun 'nuansa masel' dari berbagai sumber. Tujuannya untuk menambah referensi bagi siswa, di samping LKS dan buku yang mereka punyai. Tujan lain, bahan ajar cetak ini disusun juga untuk penyeragaman materi dan bahan ajar yang digunakan untuk SMA-SMA anggota MGMP Geografi SMA Kabupaten Malang.

Untuk memperoleh bahan ajar tersebut, awalnya siswa kelas X (sepuluh) saya suruh mengunduhnya di blog, tetapi kemudian beberapa orang di antaranya merasa tidak menemukannya. Lantara itu kemudian saya berusaha mencarinya sendiri. Ternyata setelah saya cek sana-sini, bahan ajar tersebut belum ada pada blog ini. Lantaran itulah maka pada kesempatan ini bahan ajar cetak tersebut 'nuansa masel' posting-kan. Sekedar diketahui, bahan ajar cetak ini banyak di-copy oleh guru-guru Geografi SMA ketika Diklat Geografi tingkat nasional di P4TK September lalu dan pada Workshop Konten Jardiknas tingkat Provinsi Jawa Timur di hotel Royal View Tretes awal Nopember lalu. Bahan ajar cetak setebal 19halaman ini dapat diunduh dengan mengklik:

TATA SURYA (Bahan Ajar Audio Visual)

Sama dengan posting sebelumnya, bahan ajar yang berjudul "Tata Surya" ini dibuat oleh Prihantono, guru SMAN 1 Dampit dan diberikan kepada segenap peserta MGMP Geografi SMA Kabupaten Malang tahun 2005 lalu. Bahan ajar ini akhirnya perlu 'nuansa masel' posting-kan agar para guru dan siswa SMA kelas X (sepuluh) khususnya, dan para pengunjung blog umumnya dapat ikut memanfaatkan produk ini. Hanya sekedar diketahui bahwa dalam bahan ajar ini masih mencantumkan Pluto sebagai planet. Padahal menurut hasil konggres IAU tahun 2003, Pluto sudah dieliminasi dari kelompok planet dalam Tata Surya kita. Demikian pula dengan Xena. Dalam bahan ajar ini Xena juga dimasukkan dalam kelompok planet. Padahal menurut kebanyakan sumber, Xena belum dimasukkan dalam kelompok planet dalam Keluarga Matahari kita. Karena itu, 'nuansa masel' memohon kepada para pembaca agar memakluminya. Isi selengkapnya silahkan klik:

Jumat, 02 Desember 2011

BUMIKU (Bahan Ajar Audio Visual)

Bahan ajar audio visual ini dibuat oleh Prihantono, guru SMA Negeri 1 Dampit ketika MGMP Geografi SMA Kabupaten Malang di sekolah tersebut pada tahun 2005 lalu. Mengingat bahan ajar ini bermanfaat dalam pembelajaran Geografi pada Standar Kompetensi: 2. Memahami sejarah pembentukan Bumi, khususnya pada Kompetensi Dasar: 2.1 Menjelaskan sejarah pembentukan Bumi, Materi: Karakteristik perlapisan Bumi dan Kompetensi Dasar: 2.2 Mendeskripsikan Tata Surya dan Jagad Raya, Materi: Anggota Tata Surya (Bumi), maka kemudian 'nuansa masel' angkat dalam posting ini. Standar kompetensi dan kompetensi dasar itu sendiri diberikan untuk siswa kelas X (sepuluh) semester 1 (satu). Di samping itu, bahan ajar tersebut juga berkaitan dengan Standar Kompetensi Lulusan (SKL): 2. Menganalisis sejarah pembentukan Bumi, Tata Surya, dan Jagad Raya untuk siswa kelas XII.IPS.

Walaupun isi bahan ajar ini relatif padat, namun diharapkan masih bermanfaat bagi pengguna, khususnya guru Geografi dan siswa kelas X. Isi selengkapnya dapat diunduh dengan mengklik:

Senin, 22 Agustus 2011

BAHAN AJAR CETAK TATA SURYA DAN JAGAD RAYA

Jagad Raya dan Tata Surya merupakan bagian dari standar kompetensi: 2. Memahami sejarah pembentukan Bumi, kompetensi dasar: Mendeskripsikan Tata Surya dan Jagad Raya. Adapun indikator-indikator yang terpaut dengan kompetensi dasar tersebut adalah:
  • Mendeskripsikan teori terjadinya Tata Surya dan Jagad Raya.
  • Membedakan anggapan-anggapan tentang Jagad Raya dan Alam Semesta.
  • Mendeskripsikan bentuk, ukuran, dan jarak antargalaksi dalam Jagad Raya.
  • Mengidentifikasi rotasi, revolusi, dan ciri-ciri fisik Matahari.
  • Mendeskripsikan anggota-anggota Tata Surya.
Bahan ajar ini merupakan revisi dan/atau pelengkap dari bahan ajar sejenis yang di-posting-kan tahun lalu. Walau demikian perlu diinformasikan bahwa untuk deskripsi anggota-anggota Tata Surya, utamanya berkaitan dengan satelit hanya disajikan secara global. Sedang untuk gerhana, rotasi dan revolusi Bumi, serta sistem penanggalan disajikan dalam bahan ajar lain, yakni bahan ajar interaktif. Selengkapnya dapat diintip dengan mengklik:

Download

Jumat, 17 Juni 2011

GERHANA BULAN

Seharusnya posting ini dilakukan kemarin, mengingat gerhana Bulan ini terjadi pada hari Kamis, 16 Juni 2011 yang bertepatan dengan tanggal 14 Rajab 1432 H (penanggalan Bulan), namun karena pergerakan untuk membuka blog ini sangat lamban, maka baru kali ini dapat terlaksana. Entah apa penyebabnya. Mungkin sinyal yang tak seberapa kuat.

Informasi tentang gerhana "nuansa masel" peroleh dari informasi seorang teman di facebook. Teman tersebut menginformasikan bahwa gerhana tersebut akan berlangsung pada pukul 1.05, Kamis dini hari. Namun kenyataannya gerhana Bulan tersebut baru mulai berlangsung 1.23WIB. Menurut stasiun televisi "Trans 7" Jakarta, gerhana ini berlangsung mulai pukul 1.23WIB sampai pukul 6.2WIB. "Gerhana ini merupakan gerhana Bulan terlama. Ketika itu jarak Bumi--Bulan sejauh 357.000km", tambah Trans 7. Namun "nuansa masel" sendiri hanya sempat menyaksikan fenomena alam yang jarang terjadi ini hanya sekitar satu jam. Ketika itu bayang-bayang Bumi mencapai sekitar tiga per empat permukaan Bulan. "nuansa masel" juga menyempatkan untuk melaksanakan shalat sunat gerhana walau hanya sediri dan mungkin kurang sempurna.

Bulan adalah benda langit anggota Tata Surya yang menjadi pengiring planet (satelit alam) Bumi. Sebagai pengiring planet Bumi, Bulan akan selalu beredar mengitari Bumi dan bersama-sama Bumi, Bulan juga mengitari Matahari. Satelit alam ini beredar mengelilingi Bumi (berevolusi terhadap Bumi) dalam satu putaran memerlukan waktu selama 27 1/3hari. Sedangkan bersama-sama Bumi, Bulan mengelilingi Matahari dalam satu kali putaran (berevolusi terhadap Matahari) selama 354hari (satu tahun). Bulan tidak memiliki sumber cahaya sendiri. Sinar Bulan yang sering nampak dari Bumi hanyalah sinar pantulan dari Matahari. Berkaitan dengan hal-hal tersebut maka terjadilah gerhana.

Gerhana Bulan (Lunar Eclipse) terjadi ketika kedukukan Matahari--Bumi--dan Bulan dalam satu garis lurus. Kedudukan Bulan saat itu berhadap-hadapan (beroposisi) dengan Matahari dilihat dari Bumi. Pada posisi seperti itulah, kerucut bayangan inti Bumi (umbra) menutup atau mengenai permukaan Bulan yang luasnya hanya 1/6 luas Bumi itu, sehingga terjadilah gerhana Bulan total. Ketika gerhana Bulan total, keadaan langit gelap karena seperti yang disebutkan di atas, Bulan memang tidak memiliki sumber cahaya sendiri. Cahaya yang ada hanya pantulan dari sinar Matahari. Gerhana Bulan ini dapat dilihat oleh seluruh penghuni Bumi yang ketika itu mengalami malam hari.

Bagi umat muslim, ketika terjadi gerhana (baik gerhana Bulan atau gerhana Matahari) disunatkan untuk melakukan shalat gerhana (shalat kusuf) sebagaimana banyak hadits yang menjelaskan hal itu. Salah satu hadist itu berbunyi, "Apabila kamu melihat gerhana, maka bersembahyanglah sebagaimana shalat fardlu yang biasa kamu kerjakan" (H.R. Ahmad dan Nasa-i). Mengapa umat Islam disunatkan untuk melakukan shalat gerhana? Dasarnya sabda Rasulullah S.A.W. yang artinya, ....."Sesungguhnya Matahari dan Bulan itu adalah dua macam tanda dari sekian banyak tanda-tanda kekuasaan Allah 'Azza wa Jalla. Terjadinya gerhana Matahari atau Bulan itu bukanlah karena kematian seseorang atau kehidupannya. Maka dari itu, jika kamu melihatnya, segeralah mengerjakan shalat" (H.R. Bukhari dan Muslim).

Keterangan gambar:
Gambar ini merupakan gambar proses awal dari gerhana Bulan total yang terbaik dari foto-foto yang diambil. Sebagian di antaranya buram karena Bulan tertutup awan. Maklum, kamera yang digunakan hanya sebuah kamera saku yang memiliki optical zoom 5x berkekuatan 8,1 megapiksel. Itupun kamera pinjaman. Kameranya bermerek 'Sony tipe DSC-W 150. Gambar ini menunjukkan sebagian besar permukaan bulan masih nampak bercahaya. Nampak cahaya terluarnya berwarna biru di sepanjang lengkungan Bulan. (Dari berbagai sumber).