Tampilkan postingan dengan label Biosfer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biosfer. Tampilkan semua postingan
Kamis, 08 Maret 2012
BAJING POHON
Bajing termasuk binatang pengerat yang masuk pada suku Sciuridae. Mamalia kecil ini berwarna abu-abu kecoklatan pada bagian kepala, punggung, sampai ekor. Sedang pada bagian bawah tubuhnya berwarna coklat terang. Bajing pohon yang nampak pada gambar ini merupakan bajing pohon dewasa. Tubuhnya terlihat gemuk, pertanda berkecukupan makan. Bajing tersebut sedang menaiki batang pohon rambutan yang saat ini memang sedang saatnya musim berbuah. Tidak hanya buah rambutan, bajing pohon ini terlihat sering melahap buah pepaya, kelapa, pisang, dan berbagai buah lainnya. Di sekitar tumbuhan buah-buahan itu pula biasanya bajing pohon ini membuat sarang. Sarangnya terbuat dari ranting-ranting pohon yang telah mengering dan tersusun sedemikian rupa pada dahan atau ranting pohon yang relatif terlindung pada ketinggian di atas 3m dari atas permukaan tanah. Karena suka menggasak berbagai macam buah-buahan inilah bajing pohon sering dianggap sebagai hama. Penduduk sering menembaknya dengan senapan angin atau dengan menggunakan ketapel. Menurut penikmat daging bajing, bajing pohon yang suka makan buah-buahan ini rasanya gurih. Hanya saja ketika masih mentah, dagingnya berbau kurang sedap (bahasa Jawa: tengik). Ada yang mengatakan bau daging tersebut akibat seringnya makan buah kelapa. Sebagian orang Jawa mempunyai kepercayaan bahwa daging bajing ini bisa untuk mengobati berbagai penyakit. Satu di antaranya adalah penyakit jantung. Menurut masyarakat yang percaya tadi, cara pengobatannya dengan mengkonsumsi daging tersebut dalam bentuk daging goreng atau dalam bentuk olahan yang lain. Sedang sebagian masyarakat yang lain tidak menyukainya karena bajing termasuk binatang pengerat,
Sabtu, 25 Februari 2012
ANGGREK TANAH
Anggrek umumnya hidup menempel pada tumbuhan atau media lain. Namun berbeda dengan anggrek yang satu ini. Anggrek ini hidup, tumbuh, dan berkembang dari tanah. Akar-akarnya langsung terpendam dalam tanah untuk mencari makanan. Lantaran itu anggrek tanah sering pula disebut dengan anggrek terestrial. Ketika belum berbunga, anggrek tanah ini sekilas tampak seperti tanaman padi. Daunnya kecil memanjang, halus, dan agak tebal. Dalam hidupnya, tumbuhan ini memerlukan pencahayaan Matahari secara langsung dan cukup air. Lantaran itu anggrek tumbuhan yang tingginya sekitar 100cm ini tampak hidup baik ketika musim penghujan. Ketika itu pulalah anggrek tanah berbunga. Bunganya muncul sekitar bulan Desember hingga April. Kesegaran kuntum bunganya hanya bertahan sekitar lima hari. Setelah itu layu dan selanjutnya berganti menjadi buah. Seiring dengan pergeseran waktu dan menurunnya intensitas curah hujan, secara pelahan daun-daunnya mengering hingga akhirnya tak terlihat lagi. Hal tersebut bukan berarti anggrek tanah mati. Umbi-umbi yang ada di dalam tanah akan segera menampakkan tunasnya ketika guyuran air hujan kembali membasahi Bumi.
Kamis, 23 Februari 2012
ANOMALI BUAH PISANG
Pisang adalah tumbuhan asli Indonesia dan beberapa daerah tropis lain di muka Bumi. Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas bahwa pisang merupakan tumbuhan terna raksasa berdaun besar dan memanjang dari suku Musaceae. Buah pisang tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok yang berbentuk seperti jari. Umumnya buah pisang muncul di antara pangkal tangkai daun pada bagian atas tumbuhan tersebut yang sebelumnya didahului oleh munculnya bunga pisang (bhs. Jawa: ontong). Namun hal tersebut tidak berlaku pada buah pisang seperti yang tertera pada gambar di atas. Buah pisang yang masih menghijau dan masih ada bunganya itu keluar dari bagian tengah batang semu tumbuhan tersebut. Setelah diamati, ternyata bagian atas dari tumbuhan tersebut keadaanya kurang sehat. Tampak sebagian dari daunnya menguning yang diduga akibat terkena penyakit atau hama. Tanaman pisang tersebut ditemukan di pekarangan penduduk di tepian waduk Karangkates, Desa dan Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang.
Sumber:
- Wikipedia bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas (id.wikipedia.org/wiki/Pisang).
Sumber:
- Wikipedia bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas (id.wikipedia.org/wiki/Pisang).
Selasa, 20 Desember 2011
TUMBUHAN BINTARO
Foto di samping adalah tumbuhan yang difungsikan sebagai tanaman peneduh, sekaligus sebagai tanaman hias di halaman tengah suatu sekolah. Bagi saya, tanaman ini asing dan sekaligus menarik perhatian. Apalagi begitu melihat buahnya yang hijau membulat. Lantaran penasaran, kemudian saya menanyakannya pada seorang teman yang kebetulan juga orang yang sengaja menanamnya. Menurut informasi teman saya, tanaman itu bernama bintaro. Kemudian teman itu mengatakan bahwa rasa dari buah bintaro itu pahit. Selebihnya tak ada informasi lain.
Begitu mengetahui bahwa tanaman itu bernama bintaro, kemudian bayangan saya menerawang pada suatu tempat yang beberapa tahun silam pernah menjadi berita lantaran ada kecelakaan keretaapi. Bintaro yang semula saya kenal itu adalah nama suatu tempat di Jakarta. Ternyata bintaro juga merupakan nama tumbuhan. Mungkin tempat yang bernama Bintaro di Jakarta itu dulu banyak ditumbuhi (merupakan) tempat hidup tumbuhan bintaro. Berikut ini uraian tentang tumbuhan bintaro yang saya ambil dari Wikipedia bahasa Indonesia,ensiklopedia bebas:
"Bintaro (Cerbera maghas) merupakan tumbuhan yang hidup di daerah pantai berawa dengan ketinggian bisa mencapai 12m. Tumbuhan ini tersebar di daerah tropis, termasuk di wilayah Pasifik seperti Samoa, Tongan, dan Fiji. Tumbuhan bergetah yang merupakan bagian dari ekosistem hutan mangrove ini memiliki daun berbentuk lonjong dan agak memanjang, berwarna hijau tua, tersusun berselingan. Bunganya berbau harum dengan mahkota berdiameter 3cm--5cm, berbentuk terompet dengan pangkal berwarna merah muda. Buah membulat seperti telur berwarna hijau ketika masih mentah dan berwarna merah cerah jika sudah masak. Daun dan buahnya sangat beracun. Tumbuhan bintaro ini di Indonesia dimanfaatkan sebagai tumbuhan penghijauan dan/atau reboisasi daerah pesisir, di samping juga sebagai tanaman peneduh di daerah perkotaan.
Sumber:
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas (id.wikipedia.org/wiki/Bintaro)
Kamis, 25 Agustus 2011
PURING OSKAR
Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas (http://id.wikipedia.org/wiki/Puring) bahwa secara botani puring adalah kerabat jauh singkong serta kastuba. Kesamaan karakteristiknya adalah menghasilkan lateks berwarna putih pekat dan lengket pada batangnya. Ketiganya termasuk suku Euphorbiaceae. Ukuran tinggi batang puring ini berkisar dari beberapa sentimeter sampai setinggi 3m. Tumbuhan puring ini asli Indonesia dan kini telah tersebar di berbagai penjuru dunia.
Puring yang tertera pada gambar di atas sebenarnya ada dua macam. Bagian yang mendominasi gambar itu adalah puring Oskar dan bagian bawahnya adalah puring jari. Ciri khas dari puring Oskar di antaranya bentuk daunnya melebar pada bagian tengah yang kemudian melancip pada ujungnya. Ciri khas lainnya berupa warna daunnya. Warna daun mudanya merupakan perpaduan antara hijau dan kuning, sedang warna daun tuanya merupakan perpaduan antara ungu dengan merah muda. Gradasi warnanya sangat mengagumkan sehingga banyak orang yang terpesona.
Ketika booming tanaman hias yang puncaknya tahun 2007--2008, harga tanaman hias ini ikut menanjak. Tanaman yang semula tidak seberapa dilirik menjadi melambung harganya. Menurut tabloid Hobiku Tanaman Hias (edisi 62 Tahun VI, 3--16 Jan. 2008:10) menginformasikan bahwa puring Oskar setinggi 1,5m milik seorang penduduk Kabupaten Sleman Yogyakarta laku Rp 15.000.000,-. Bahkan, masih menurut tabloid tersebut, ada puring Kura-kura yang sudah ditawar sebesar Rp 20.000.000,-. Puring-puring itu sempat diekspor ke manca negara. Satu di antaranya menurut tabloid tersebut adalah ke Korea Selatan. Apa ya manfaat lain dari puring selain sebagai tanaman hias? Menurut "nuansa masel" puring berpotensi untuk dikembangkan barang ekonomis yang bisa menjadi produk komplementer bagi karet mengingat puring ini juga menghasilkan lateks. Siapa tahu?!
Sumber:
1. Ensiklopedia Bebas (http://id.wikipedia.org/wiki/Puring).
2. Tabloid Hobiku Tanaman Hias edisi 62 Tahun VI, 3--16 Jan. 2008. Harga Puring Oscar Tembus 8 Digit. Surabaya: Meteor Sinar Media.
Minggu, 21 Agustus 2011
BELALANG SEMBAH COKLAT
Seperti halnya belalang sembah hijau, belalang sembah coklat ini juga merupakan belalang yang suka berulah dan tidak takut-takut menunjukkan perilakunya itu. Ketika didekati manusia tidak merasa terancam. Bahkan ulahnya semakin dibuat-buat. Boleh jadi keberaniannya itu lantaran dia termasuk serangga pemangsa, tidak seperti belalang lain yang hanya suka daun.
Maha Suci Allah dengan segala ciptaanNya. Maha Benar Allah yang dalam Al Qur'an menyampaikan bahwa sangat beraneka-ragam ciptaanNya. Antara yang satu dengan lainnya memiliki perbedaan. Kemudian Allah bertanya: "apakah kamu tidak memikirkannya?" Sebagaimana ciptaan Allah yang lain, belalang sembah coklat ini diciptakanNya dengan tidak sia-sia. Pasti ada manfaatnya. Salah satu manfaatnya adalah sebagai pemangsa serangga atau hama pertanian. Bahkan dalam Al Qur'an juga dijelaskan bahwa hanya bangkai ikan dan belalang yang diperbolehkan dimakan.
Sabtu, 20 Agustus 2011
BELALANG SEMBAH HIJAU
Serangga yang termasuk ordo Mantodea berwarna hijau ini ditemukan di daerah Malang. Binatang ini termasuk binatang pemangsa. Dengan demikian binatang ini tidak mengganggu manusia, utamanya petani. Justru serangga ini dapat dimanfaatkan untuk membasmi hama pengganggu tanaman milik petani yang tidak menimbulkan efek samping. Proses yang berlangsung secara alami.
MANGGIS
Tumbuhan ini bisa hidup di hutan heterogen dataran rendah sampai di daerah perbukitan. Ditinjau dari tempat hidupnya, manggis dibedakan menjadi dua, yakni manggis budidaya dan manggis hutan. Manggis hutan secara sporadis juga ditemukan di hutan gambut dataran rendah Kalimantan Tengah. Walau demikian saya belum pernah menemukan manggis hutan berbuah.
Rabu, 10 Agustus 2011
LABA-LABA "KEMLANDINGAN"
Binatang berbuku-buku yang satu ini ditemukan di satu perkebunan campuran dengan tanaman utamanya adalah kopi robusta milik penduduk Sidomulyo. Walaupun hidupnya di lahan perkebunan penduduk, laba-laba ini tidak mengganggu dan merugikan penduduk, khususnya petani kopi yang ada di tempat ini. Laba-laba ini justru secara tidak langsung membantu petani dengan memakan serangga-serangga di tempat itu. Nyamuk yang memang suka di tempat teduh dan lembah menjadi salah satu santapannya, di samping belalang, dan beberapa serangga lain.
Kamis, 04 Agustus 2011
BUNGA LIAR (5)
Kalau merujuk pembagian iklim menurut Junghuhn, tumbuhan ini nampaknya bisa hidup di zona panas yang daerahnya berketinggian 0m--700m sampai di zona sedang yang terletak di ketinggian 700m--1.500m. Sedang kalau merujuk pembagian iklim menurut Koppen, tumbuhan tersebut bisa hidup di daerah yang bertipe iklim Aw dan juga Cw. Walaupun demikian seperti
Sambil melakukan posting, "nuansa masel" berusaha membolak-balik beberapa tabloid tanaman hias dan sejenisnya untuk mencoba mencari tahu identitas tanaman ini. Namun usaha itu belum membuahkan hasil. Semula "nuansa masel" mengira namanya hortesia, tetapi ternyata bukan. Kemudian mencoba lagi mencari di katalog tanaman hias. Hasilnya nihil juga. Karena itulah kemudian "nuansa masel" memberi nama 'bunga liar (5)' yang realitanya mereka hidup di alam liar. Rasanya belum ada orang yang membudidayakannya. Kios-kios holtikulturapun juga belum ada yang memperdagangkannya.
Jumat, 29 Juli 2011
CAPUNG MACAN
Kamis, 28 Juli 2011
CAPUNG ABU-ABU
Rabu, 27 Juli 2011
CAPUNG COKLAT
Seperti umumnya capung, capung coklat ini tak merasa takut atau terancam ketika didekati manusia. Karena tenangnya dalam menghadapi manusia, sering capung-capung itu dapat ditangkap dengan mudah hanya dengan tangan kosong. Biasanya cara menangkapnya hanya dengan memegang ekornya yang memanjang itu.
Biasanya capung hidup secara soliter. Mereka cenderung suka berlama-lama di tempat hinggapnya. Aktivitas terbangnya hanya sebentar-sebentar saja. Diperkirakan umurnya sekitar empat bulan.
Selasa, 26 Juli 2011
CAPUNG COKLAT KEMERAH ABU-ABUAN
Capung yang bertengger di bagian paling atas dari bakal daun pisang ini terlihat menekuk ke bawah arah depan untuk menjaga keseimbangan tubuhnya. Bagian ujung dari sayap capung ini transparan dengan variasi coklat terang di sisi atasnya.
Ditinjau dari ukuran tubuhnya, capung coklat kemerah abu-abuan ini termasuk capung besar. Di alam, jumlah binatang berkaki enam ini masih relatif banyak. Mereka relatif aman dari gangguan predator yang lebih besar. Adapun kebiasaan dari capung ini hinggap berlama-lama pada suatu titik hinggap yang disukai, kemudian terbang sebentar dan hinggap lagi. Bisa jadi tempat hinggapnya kembali ke tempat hinggap yang sebelumnya. Dia akan menjauh kalau merasa terusik atau terancam.
Senin, 25 Juli 2011
CAPUNG MERAH HATI
Beberapa spesies capung besar dibedakan menurut warnanya. Capung yang nampak pada gambar adalah capung yang berwarna merah hati atau merah kecoklatan. Capung ini bisa hidup di daerah dataran rendah hingga di daerah yang berketinggian sekitar 3.000m di atas permukaan laut. Binatang pemangsa ini bisa hidup di sekitar lingkungan manusia; seperti permukiman penduduk, sawah, dan ladang. Di samping itu capung bisa juga hidup di alam liar seperti hutan, rawa, dan sebagainya. Capung ini oleh manusia tidak dianggap sebagai hama. Gambar capung ini sendiri diambil pada habitat capung di lahan pekarangan penduduk di daerah perbukitan kapur yang berketinggian sekitar 320m di atas permukaan laut.
Menurut Selys (1854) dalam Wikipedia bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas; klasifikasi ilmiah dari capung ini sebagai berikut: - Kerajaan: Animalia. - Filum: Arthropoda. - Kelas: Insecta. - Ordo: Odonata. - Upaordo: Epiprocta. - Infraordo: Anisoptera.
Sumber:
Wikipedia bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas--http://id.wikipedia.org/wiki/Capung.
Minggu, 24 Juli 2011
KUPU-KUPU PUTIH KUSAM
Sabtu, 23 Juli 2011
KUPU-KUPU COKLAT, SEWARNA LATAR BELAKANG TEMPAT HINGGAPNYA
Jumat, 22 Juli 2011
KUPU-KUPU COKLAT
Kamis, 21 Juli 2011
KUPU-KUPU HITAM BERTOTOL PUTIH
Ditinjau dari ukurannya, kupu-kupu tersebut termasuk kupu-kupu yang berukuran sedang. Walaupun demikian tinggi terbangnya bisa lebih dari empat meter dari atas permukaan tanah. Dia juga terlihat lebih agresif. "nuansa masel" pernah beberapa kali menyaksikan kupu-kupu tersebut mengejar-ngejar kupu-kupu hitam yang ukurannya satu setengah kali lebih besar.
Selasa, 19 Juli 2011
KUPU-KUPU COKLAT HITAM BERTOTOL PUTIH
Perlu diketahui, kupu-kupu ini termasuk kupu-kupu yang berukuran sedang dengan posisi sayap saling bertemu rapat ketika hinggap.
Langganan:
Postingan (Atom)
