Powered By Blogger

Sabtu, 06 Agustus 2011

PERLAPISAN MATERIAL HASIL ERUPSI

Inilah akumulasi material hasil erupsi gunung berapi yang membentuk lapisan batuan pada klif di pantai Tanah Lot, Kabupaten Tabanan, Bali. Abrasi lautan selatan telah menghasilkan pantai klif yang batuan induknya bersifat vulkanis. Nampak pada gambar adanya tahapan penumpukan material hasil erupsi itu. Bagian bawah yang merupakan tahap awal dari timbunan material vulkanik yang berupa lapili (kerikil vulkanik) yang bercampur dengan abu vulkanik. Timbunan ini menghasilkan breksi. Lapisan di atasnya merupakan tumpukan tuff vulkanik, kemudian breksi yang ukuran kerikil-kerikil runcingnya lebih kecil bercampur abu vulkanik. Sedangkan lapisan paling atas didominasi oleh material abu vulkanik yang di antaranya terlihat mengandung kalsium karbonat.

Material hasil erupsi yang kemudian tersedimentasi hingga membentuk batuan sedimen vulkanik tersebub jelas berasal dari aktifitas gunung berapi yang ada di bagian tengah pulau Bali. Boleh jadi material tersebut hasil muntahan dari erupsi gunung Agung, mengingat gunung tersebut merupakan gunung terbesar dan tertinggi di Bali. Tingginya 3142m di ata permukaan Laut. Gunung Agung pernah meletus hebat. Menurut catatan gunung Agung terakhir meletus pada 27 Januari 1963.

Jumat, 05 Agustus 2011

ASPEK SOSIAL DARI GUNUNG BERAPI (1)

Pengantar:
Tulisan yang tertera dalam posting ini merupakan terjemahan dari buku karya R.W. Van Bemmelen, seorang tokoh yang berjasa besar dalam Geologi dan Geomorfologi, juga Geografi di Indonesia. Judul bukunya "The Geology Of Indonesia Vol. 1A General Geology Of Indonesia and Adjacent Archipelagoes", halaman 222 pada Social Aspect. Penterjemahan ini menggunakan Google translate dengan sedikit penyesuaian. Usaha penterjemahan ini dilakukan agar siswa SMA khususnya, dapat mengenali lingkungannya, Indonesia yang banyak memiliki gunung berapi. Sedang foto yang tertera pada posting ini adalah bagian dari rangkaian kompleks gunung berapi Wilis--Liman--nDwarawati dilihat dari sisi utara, yakni Kota Nganjuk. Semoga bermanfaat.

Terjemahannya sebagai berikut:
Indonesia adalah daerah yang paling vulkanik di dunia, memiliki 149 pusat-pusat aktivitas gunung berapi. Menurut catatan statistik sejak 1800 bencana vulkanik telah terjadi sekali dalam sekitar tiga tahun. Sejak tahun itu ada sekitar 135.000 korban jiwa, ratusan desa dan ribuan hektar tanah subur dan hutan hancur. Efek dari letusan gunung berapi telah menjadi bencana karena keberadaan gunung berapi meningkatkan kepadatan penduduk pada tanah vulkanik yang subur (di Jawa populasi meningkat dari 5 sampai 50 juta dalam satu abad!).

Pencegahan bencana gunung berapi, karena itu, adalah salah satu tugas yang paling penting dari Survei Vulkanologi.

Pada gunung berapi paling berbahaya di Jawa, pos pengamatan permanen (dengan menempatkan pengamat Vulcanologi Indonesia) yang diorganisasi (pada gunung Tangkuban Prahu, Papandayan, Merapi, Kelut, Ijen). Selain rumah-rumah kecil yang terbuat dari kayu untuk petugas, dibuat pos-pos terbuat dari beton dan terowongan perlindungan yang rapat dengan tabung oksigen, dan pasokan makanan kaleng. Selain itu, mereka diberikan dengan alat, pakaian asbes, helm baja, masker gas, termometer, dll, dan mereka dihubungkan dengan kabel telepon bawah tanah dengan dunia luar. Juga instuments geofisika, seperti seismograf dan alat ukur kemiringan (tiltmeter) telah dipasang dalam terowongan beton.

Gas-gas beracun (terutama yang berbahaya adalah CO2) membuat mereka perlu untuk melakukan patroli rutin pada gunung berapi yang sering dikunjungi oleh wisatawan (Tangkuban Prahu, Papandayan). Ini "Stik Valleien" atau lembah menyesakkan, disebabkan oleh mofet. Banyak korban jiwa telah terjadi di dalamnya. Pengamat gunung berapi Indonesia, Roeslan namanya sedang terkena gas mofet di gunung Papandayan dalam pelaksanaan tugas ini.

Selanjutnya, dalam Survei Vulkanologi disusun peta dari area berbahaya pada gunung berapi yang paling penting (dalam kaitannya dengan bahaya lahar dan awan panas), menunjukkan juga rute yang aman untuk elevasi dari penduduk setempat. Selain itu, untuk beberapa gunung berapi petunjuk rinci untuk orang-orang Indonesia dari tulisan gunung observasi serta Dinas Sipil yang dipilih untuk gunung (Merapi, Kelut, Semeru, Ijen).

Kamis, 04 Agustus 2011

BUNGA LIAR (5)

Bunga ini sangat menggoda "nuansa masel" untuk memotretnya dan mem-posting-kannya. Berwarna ungu keputihan dengan kelopak bunga berbentuk bintang. Putiknya membentuk tonjolan indah berwarna ungu yang lebih gelap. Benang sarinya menggerombol di bagian puncak bunga yang berbentuk segi lima. Antara bunga satu dengan lainnya ditopang oleh tangkai bunga yang menyembul dari satu titik yang sama. Tangkai bunga, batang dan daunya dibalut bulu-bulu lembut warna putih. Daunnya melebar dan terasa tebal. Tumbuhan ini tergolong perdu dengan ketinggian sekitar 1,5m. Dia dapat hidup di daerah dataran dekat pantai sampai di daerah perbukitan yang berketinggian lebih dari 500m di atas permukaan laut. Nampaknya tumbuhan ini mudah hidup dan bisa bertahan hidup pada lahan yang tanahnya miskin akan unsur hara. Juga dengan lingkungan yang minim air. Walaupun demikian menurut pengamatan sekilas yang dilakukan "nuansa masel", tumbuhan ini akan menghasilkan bunga yang optimal bila berada atau hidup di daerah ketinggian, seperti yang nampak pada gambar. Bunganya tidak menebarkan aroma wangi.

Kalau merujuk pembagian iklim menurut Junghuhn, tumbuhan ini nampaknya bisa hidup di zona panas yang daerahnya berketinggian 0m--700m sampai di zona sedang yang terletak di ketinggian 700m--1.500m. Sedang kalau merujuk pembagian iklim menurut Koppen, tumbuhan tersebut bisa hidup di daerah yang bertipe iklim Aw dan juga Cw. Walaupun demikian seperti
yang disebutkan di atas, tumbuhan itu cenderung akan hidup baik di daerah yang bertipe iklim Cw. Tipe iklim Cw adalah tipe iklim hujan sedang (mesothermal humid) dengan winter yang kering.

Sambil melakukan posting, "nuansa masel" berusaha membolak-balik beberapa tabloid tanaman hias dan sejenisnya untuk mencoba mencari tahu identitas tanaman ini. Namun usaha itu belum membuahkan hasil. Semula "nuansa masel" mengira namanya hortesia, tetapi ternyata bukan. Kemudian mencoba lagi mencari di katalog tanaman hias. Hasilnya nihil juga. Karena itulah kemudian "nuansa masel" memberi nama 'bunga liar (5)' yang realitanya mereka hidup di alam liar. Rasanya belum ada orang yang membudidayakannya. Kios-kios holtikulturapun juga belum ada yang memperdagangkannya.

Rabu, 03 Agustus 2011

KALI SAT, SATU SUNGAI DI DAERAH KARST

Kali Sat (bahasa Jawa) yang dalam bahasa Indonesia disebut sungai kering. Istilah itu kemudian digunakan untuk penamaan sungai yang gambarnya tertera pada posting ini. Belakangan nama tersebut digunakan pula untuk penamaan kampung yang ada di sekitar sungai tersebut.

Sungai menurut H.S. Wasono (1980) adalah "massa air yang secara alami mengalir pada suatu lembah". Sedang pengertian lembah itu sendiri menurut H.S. Wasono (1980) adalah "permukaan Bumi negatif (lebih rendah dari sekelilingnya) yang terbentuk lantaran pengerjaan air yang mengalir".

Ditilik dari namanya, sungai ini cenderung kering. Memang Kali Sat berdasarkan asal airnya termasuk jenis sungai hujan. Lembah sungai ini akan terisi air ketika hujan mengguyur daerah aliran sungai tersebut. Keadaan yang demikian, aliran sungainya akan sangat deras dan menimbulkan suara bergemuruh yang kadang-kadang menimbulkan kesan menakutkan. Begitu hujan reda, serta merta air yang ada di sungai tersebut akan habis. Dan sungai ini menjadi sama sekali kering ketika musim kemarau. Sedangkan berdasarkan kestabilan airnya atau berdasarkan kondisi airnya, Kali Sat tergolong sungai periodik, yakni sungai yang aliran airnya atau volume airnya tidak tetap. Aliran airnya sangat dipengaruhi oleh perubahan musim. Pada waktu musim penghujan, lembah sungainya terisi air dan debit airnya relatif besar, tetapi ketika musim kemarau, airnya kering sama sekali. Sungai yang demikian ini sering disebut sungai musiman.

Kali Sat
yang gambarnya terpampang di atas, diambil pada penghujung musim penghujan yang baru lalu. Nampak masih dijumpai adanya air yang menggenang di antara batuan induk di dasar lembah. Memang secara Geologis/Geomorfologis, sungai tersebut termasuk sungai karst yang berbatuan induk berupa batuan kapur. Tepatnya sungai ini berada pada rangkaian pegunungan Kapur Selatan yang sering disebut dengan pegunungan Kidul. Secara administratif sungai tersebut berada di Dusun Kulonkali Desa Sumbermanjingkulon Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. Mengingat sungai tersebut berada di daerah karst, maka pola aliran sungainya adalah pola sink holes. Sink holes adalah pola aliran sungai di daerah kapur yang berciri khas aliran sungainya sebagian menghilang (keluar/masuk) dalam tanah/lapisan batuan. Memang Kali Sat tersebut berhulu dari sebuah sungai bawah tanah yang oleh masyarakat setempat disebut ngguwa (gua). Dan sebelum bermuara ke laut, yakni samudera Indonesia (Hindia), Kali Sat ini kembali masuk sebagai sungai bawah tanah, di bawah perbukitan sebelah selatan Desa Sumbermanjingkulon.

Berdasarkan keadaan Kali Sat yang demikian itu, maka sungai ini relatif tidak bermanfaat bagi masyarakat setempat. Menurut penuturan penduduk setempat, pernah sumber air yang ada di gua (bagian sungai yang ada di bawah tanah) dimanfaatkan penduduk dengan cara dipasang mesin penyedot air, namun hanya bertahan beberapa saat. Mesin itu hanyut dan hilang terkena hempasan aliran air yang sangat deras ketika musim hujan.

Selasa, 02 Agustus 2011

KERUPUK KEDELAI DALAM PROPOSAL LOMBA KEWIRAUSAHAAN

Pendidikan Kewirausahaan merupakan program yang dikembangkan bersama-sama Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa oleh Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) tahun 2010. Salah satu latar belakang adanya Pendidikan Kewirausahaan menurut Kemendiknas (2010) adalah "Indikator kualitatif yang meliputi: kemampuan beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, .... pembentukan sikap dan perilaku wirausaha peserta didik sehingga mampu bersaing, beretika, bermoral, sopan santun, memiliki sikap dan perilaku wirausaha, belum diketahui secara pasti". Dalam pelaksanaannya Pendidikan Kewirausahaan dikembang di sekolah-sekolah secara terintegrasi dengan semua matapelajaran dan bukan pada matapelajaran Ekonomi saja. Kegiatannya dilaksanakan secara teoritis dan praktik.

Pengembangan Pendidikan secara teoritis di antaranya dengan pemberian teknik penulisan karya ilmiah. Penulisan karya ilmiah itu sendiri di antaranya dengan pembuatan proposal dan penelitian tentang kewirausahaan. Berkaitan dengan itu, empat siswa SMA Negeri 1 Pagak, Kabupaten Malang melakukan penulisan proposal kewirausahaan yang kemudian diikutkan pada lomba penulisan proposal kreatifitas siswa kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Universitas Kanjuruhan Malang. Empat siswa tersebut dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama atas nama Latifa Winahyu dan M. Eksa Nugraha dan Kelompok kedua beranggotakan Diina Itsna dan Anisa Ulfitri. Kelompok pertama yang di-posting-kan kali ini berjudul "Pengembangan Kewirausahaan Industri Kerupuk Kedelai di Desa Sumbermanjingkulon". Isi selengkapnya dari proposal yang masuk sepuluh besar ini dapat dilihat dengan mengklik:

Download bagian awal proposal

Download isi proposal

DANAU KARST

Inilah fenomena sebuah danau karst ketika musim kemarau seperti saat ini. Menurut Forel (1892, dalam Mortopo, 1980, dalam Didik Taryana, 2004), "danau adalah suatu tubuh air tergenang yang menempati suatu cekungan (basin) yang sangat kecil hubungannya dengan laut". Suatu genangan air dapat dianggap sebagai danau apabila memiliki ciri-ciri:
1. Air cukup dalam dan menunjukkan adanya perbedaan temperatur antara permukaan dan lapisan air di bawahnya.
2. Tumbuhan mengapung tidak dapat menutupi seluruh permukaan danau.
3. Ukuran genangan cukup luas yang ditunjukkan dengan adanya gelombang dan arus. Sumber air danau berasal dari air sungai, air hujan, air tanah, dan mata air.

Berdasarkan menurut penyusutan airnya, danau dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu: danau glasial, danau tektonik, danau vulkanik, danau vulkano-tektonik, danau fluvial, danau karst, danau produk aktivitas laut, danau produk aktivitas angin, dan danau bendungan. Pokok pembahasan pada posting ini hanya menekankan pada danau karst. Menurut Didik Taryana (2004), danau karst adalah "danau-danau di daerah pegunungan kapur yang terjadi karena adanya proses pelarutan kapur". Proses pelarutan kapur menghasilkan bentukan berupa cekungan (basin) yang sering disebut dolina. Dolina inilah yang kemudian berfungsi sebagai penampung air yang berasal dari air sungai, air hujan, air tanah, dan mata air yang ada di sekitarnya.

Danau yang gambarnya tertera di atas adalah sebuah danau yang terdapat pada daerah kapur di Malang Selatan. Pegunungan kapur yang ada di daerah tersebut adalah rangkaian dari pegunungan Kapur Selatan yang sering disebut dengan pegunungan Kidul. Danau tersebut tepatnya terletak di Dusun Sumbersih (sering disingkat: Mbersih) Desa Kedungsalam Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Masyarakat setempat sering menyebut danau tersebut dengan nama Dam, karena di sisi selatan danau tersebut terdapat chekdam yang berfungsi untuk mengatur keluarnya air danau pada suatu sungai sink hole. Danau karst tersebut berada di ketinggian sekitar 280m di atas permukaan laut. Seiring berkurangnya curah hujan pada musim kemarau seperti saat ini dan tingkat penguapan yang ada, permukaan air danau ini menyusut drastis. Vegetasi penutup lahan sekeliling danau yang paling utama adalah jati. Walaupun demikian saat ini di sisi barat danau tersebut, lebih kurang berjarak 100m, lahannya telah diusahakan penduduk sebagai lahan perkebunan kelapa sawit. Walaupun demikian tingkat pengendapan pada danau tersebut cukup tinggi.

Danau karst merupakan bentang perairan penting bagi masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar memanfaatkan air danau tersebut untuk keperluan sehari-hari dengan menyalurkan air tersebut melalui pipa-pipa maupun selang-selang plastik, walau jumlahnya tidak terlalu banyak. Di samping itu, air danau tersebut digunakan untuk irigasi, terutama ketika musim penghujan. Adapun saat musim kemarau seperti saat ini, air di danau tersebut tidak cukup mengalirkan airnya menuju sungai yang ada di bawahnya, sehingga sungai yang ada menjadi sungai musiman. Perlu diketahui bahwa sungai di daerah karst umumnya kering pada musim kemarau. Kalaupun ada airnya, volumenya sangat terbatas (sungai periodik).

Sumber:
Didik Taryana. 2004. Hidrologi. Malang: Tidak Diterbitkan.

Senin, 01 Agustus 2011

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1432H

Qaalaa Allahu ta'aala fii kitaabihil 'aziizi: Yaa ayyuhaa lladziina aamanuu kutiba 'alaykumu shshiyaamu kamaa kutiba 'ala lladziina min qablikum la'allakum tattaquuna(Q.S. Albaqarah:183)
Artinya:
Berfirman Allah dalam Qur'an yang mulia:
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atasmu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa (berbakti).
Berdasarkan firman Allah SWT tersebut, selama satu bula ke depan, yakni antara tanggal 1--29 Ramadhan 1432 H yang bertepatan dengan tanggal 1--29 Agustus 2011 ummat muslim seluruh dunia melaksanakan ibadah puasa.

Puasa (shiyam) itu artinya menahan. Sedang menurut istilah, puasa adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan ibadah tersebut sejak terbit fajar sampai Matahari terbenam dengan disertai niat. Menahan diri ini adalah untuk tidak makan dan minum, juga menahan diri dari perkataan kotor yang tidak bermanfaat, tidak berdusta, serta tidak berbuat yang tercela. Semoga kita meraih kemenangan dan keutamaan di bulan yang penuh kemuliaan ini.

Dalam kesempatan ini "nuansa masel" menyampaikan ucapan marhaban yaa Ramadhan dan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan kepada seluruh saudara-saudara muslimin dan muslimat, mu'minin dan mu'minat sekalian. Mohon maaf atas segala kesalahan.