Powered By Blogger

Selasa, 24 November 2009

Sejarah Perpetaan (Kartografi)

Standar kompetensi:

1. Mempraktikkan ketrampilan dasar-dasar peta dan pemetaan.

Kompetensi dasar:

1.1 Mendeskripsikan prinsip-prinsip dasar peta dan pemetaan.


Istilah peta berasal dari bahasa Inggris, map. Kata map berasal bahasa Yunani, mappa yg berarti taplak atau kain penutup meja.


Pengertian Peta

a. Menurut ICA (International Cartographic Association)

Peta adalah suatu gambaran atau representasi unsur-unsur ketampakan abstrak yang dipilih dari permukaan Bumi, yang ada kaitannya dengan permukaan Bumi atau benda-benda angkasa. Pada umumnya, peta digambarkan pada suatu bidang datar &diperkecil atau diskalakan.

b. Menurut Erwin Raisz

Peta adalah gambaran konvensional dari permukaan Bumi yang diperkecil sebagai ketampakan jika dilihat dari atas dg ditambah tulisan-tulisan sebagai tanda pengenal.

c. Menurut R.M. Soetardjo Soerjosoemarno

Peta adalah suatu lukisan dengan tinta dari seluruh atau sebagian permukaan Bumi yg diperkecil dg perbandingan ukuran yg disebut skala atau kedar.

d. Pengertian umum

Peta adalah gambaran seluruh atau sebagian dari permukaan Bumi pada bidang datar yg diperkecil dg menggunakan skala.

Ilmu yg mempelajari peta disebut Kartografi.

Sejarah Kartografi:

A. Perpetaan jaman kuno (600—350SM):

Peta jaman ini masih dibuat dg tangan (manusscrips maps).

1. Islanderis Ses Charts

Dibuat oleh Marshall Islanders. Merupakan peta paling primitif krn dibuat dari lidi yg dianyam dg diberi titik simpul yg menunjukkan letak tempat. Peta ini digunakan digunakan antropolog & utk pelayaran.

2. Peta Bangsa Eskimo

Dibuat dg alat sejenis pensil. Peta ini menggambarkan pulau Belcher di teluk Hudson seluas 100mil². Banyak digunakan untuk pelayaran.

3. Peta Bangsa Indian dan Astec

Peta ini sudah menggambarkan keadaan medan yg terperinci, misalnya: sungai, hutan, ladang, tempat-tempat peninggalan, dll yg umumnya bersifat dekoratif.

4. Peta Bangsa Babilonia (250SM)

Peta ini juga sudah memuat kenampakan yg detil dari kota Ga Sur yg antara lain memuat sungai Efrat, gunung-gunung, laut, dll.

5. Peta Bangsa Mesir Kuno

Peta tsb menggambarkan lembah dan delta sungai Nil. Dibuat utk menentukan besarnya pajak tanah (1333SM).

6. Peta Bangsa Cina

Peta yg dibuat bangsa Cina ini merupakan dasar dari perpetaan modern yang dikembangkan oleh bangsa-bangsa Eropa. Petanya sudah menggambarkan perkembangan Kartografi yg cukup baik. Daratan Cina sudah dipetakan dg baik yg waktu itu digambarkan dg sebuah negara kerajaan di tengah-tengah dan dikelilingi oleh kerajaan2 lain yg lebih kecil, maksudnya negara-negara lain di sekitarnya. Tokohnya Pei Hsieu.

7. Peta Bangsa Yunani

Kartografi yg berkembang saat ini sebagian besar merupakan sumbangan dari bangsa Yunani. Sumbangannya a.l.:

a. Bentuk Bumi yg bulat dg kedua kutubnya & grs. ekuator dg daerah tropis.

b. Mereka sdh menggunakan sistim paralel dan meredian utk menentukan letak/lokasi suatu tempat.

c. Menggunakan sistem proyeksi.

d. Mengadakan perhitungan-perhitungan mengenai luas dan keliling Bumi. Tokoh-tokohnya: Miletus, Hecatatus, Eratosthenes, Pasidonius, Ptolomeus.

Claudius Ptolomeus (abad ke-2SM) menulis tentang Kartografi berjudul Geographya. Menurutnya, “Geografi merupakan penyajian melalui peta, baik sebagian atau seluruh permukaan Bumi”.

8. Peta Bangsa Romawi

Peta yg dibuat lebih berisi dgn ditambah ilustrasi dan lebih praktis, misalnya utk kepentingan militer, administrasi, dsb. Peta bangsa Romawi adalah Arbis Terrarum yg merupakan lingkarang dunia.

Benda bersejarah yg berhubungan dg peta di antaranya peta yg ada pada lempengan tanah liat peninggalan bangsa Babilonia, Mesir, dan Cina.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar