Minggu, 11 Juli 2010

SAWAH LEBAK

Inilah satu pemandangan sumberdaya alam Indonesia. Lahan persawahan di tepi bentang perairan darat di latar depan. Bagian tengahnya deretan hutan jati dengan pucuk-pucuknya yang menguning dari bunga-bunga jati yang bermekaran, pertanda sudah memasuki musim kemarau. Sebagai latar belakangnya adalah gunung Pandan.

Sedikit mengupas tentang gunung Pandan. Vulkan kecil ini memiliki kekhasan tersendiri. Vulkan yang sudah tidak aktif ini menyembul secara soliter di atas antiklinorium Kendeng, sebuah pegunungan kapur tengah di pulau Jawa bagian tengah dan timur yang membujur dari Kabupaten ngGrobogan (Jateng) sampai sekitar Watudhakon Kabupaten Mojokerto (Jatim). Gunung Pandan dikatakan kecil karena tingginya hanya 897m (I Made Sandy, 1982:29).

Kembali ke latar depan gambar di atas, yakni ke lahan persawahan yang masih baru ditanami padi. Lahan persawahan tersebut sebelumnya merupakan dasar dari tepi terluar waduk Saradan, Kabupaten Madiun. Dasar dari tepi terluar waduk tersebut mengering/surut airnya bersamaan dengan datangnya musim kemarau. Lantaran surutnya air waduk tersebut kemudian lahan dasar waduk tersebut oleh masyarakat setempat digunakan untuk lahan persawahan. Sawah yang ada di kanan--kiri waduk, juga sungai itulah yang kemudian disebut dengan sawah lebak.

Seperti yang disebutkan di atas, sawah lebak merupakan salah satu bagian dari sumberdaya alam. Pengertian sumberdaya alam menurut Suhardi & Sriyanto (2007:90) adalah: semua kekayaan alam, baik yang berupa benda tidak hidup maupun makhluk hidup yang terdapat dalam suatu tempat dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi keperluan manusia. Berdasarkan jenisnya, sawah lebak termasuk dalam sumberdaya alam hayati (biotik). Berdasarkan sifat/kelestariannya, sawah lebak termasuk dalam sumberdaya alam terbaharukan (renewable resources). Sedangkan berdasarkan tempatnya, sawah lebak tergolong sumberdaya alam di darat. Adapun berdasarkan potensi penggunaannya, sawah lebak termasuk sumberdaya ruang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar