Powered By Blogger

Senin, 04 Juli 2011

KEDONDONG (TUMBUHAN MERANGGAS I)

Kedondong dalam bahasa Jawa disebut dondong. Menurut Wikipedia bahasa Indonesia bahwa kedondong termasuk suku mangga-manggaan (Anacardiaceae). Selanjutnya Wikipedia bahasa Indonesia menguraikan bahwa kedondong tergolong dalam kerajaan: Plantae, ordo: Sapindales, genus: Spondias, spesies: S. dulcis dengan nama binomial: Spondias dulcis. Tumbuhan ini dapat hidup di dataran rendah hingga di dataran berbukit yang berketinggian sekitar 400m. Tumbuhan ini tersebar di wilayah Oriental yang meliputi Indonesia, Thailand, Myanmar, Kamboja, dan Philipina.

Tumbuhan buah ini walaupun termasuk suku mangga-manggaan, namun ternyata tidak sama dalam menyikapi perubahan musim. Mangga tidak pernah menggugurkan daunnya ketika musim kemarau tiba, yang musim kemarau itu identik dengan berkurangnya curah hujan dan kandungan air dalam tanah. Hal seperti itu tidak berlaku pada kedondong. Begitu musim kemarau tiba, kedondong akan segera menggugurkan daunnya hingga meranggas dan tinggal batang, cabang, serta rantingnya. Biasanya tumbuhan kedondong di Indonesia akan segera meranggas pada sekitar akhir bulan April--Mei--Juni dan akan berangsur-angsur muncul kembali daunnya ketika bulan Juli. Berdasarkan hal tersebut, kedondong bersama-sama sengon merah (tekik), randu, jati, trembesi, dan pete termasuk tumbuhan meranggas ketika terjadi perubahan musim, yakni ketika musim kemarau.

Sebagai tanaman buah, kedondong sering dikonsumsi penduduk dalam berbagai bentuk. Dikonsumsi langsung sebagai layaknya buah atau dibuat rujak manis bersama buah-buah yang lain. Buah yang masih muda berwarna hijau dengan permukaan licin mengkilat. Rasanya masam (bahasa Jawa: kecut). Sedang buah yang sudah matang berwarna kuning, agak lembek, dan sedikit terasa manis. Sedang daunnya bisa dimanfaatkan untuk bumbu masakan, utamanya untuk bumbu pepes ikan.

Sumber:
Wikipedia bahasa Indonesia--http://id.wikipedia.org/wiki/Kedondong

Tidak ada komentar:

Posting Komentar